Hoby paling
asik adalah bepergian entah ketempat wisata,hanya iseng atau dengan tujuan yang
lain, asal keluar dari kota yang sudah terlalu familiar dan dengan kesibukan
yang monoton menuntut kita mencari banyak alternatif kegiatan yang mampu
melunturkan penat di otak. Dari sekian kegiatan yang saya tekuni adalah
bepergian entah itu dengan kendaraan umum, motor atau yang lainya yang
penting pergi hehehe. Makanya saya paling semangat jika disuruh menjenguk adik ke
tempat kuliahnya,adik saya yang sedang menuntut ilmu di solo merupakan tempat
modus saya untuk kabur dan refreshing hahaha.
Jarak yang jauh memang melelahkan tapi apapun demi modus akan saya lakukan, pemalang-solo saya tempuh biasanya 6-7 jam jika dengan motor tapi kenapa lama?saya lebih sering melantur entah kemana dulu dan juga pasti pelan sekali memacu motor karena terlalu banyak pemandangan bagus yang sayang kalau dilewatkan. Salah satu tempat incaran saya buat ngelantur adalah rawa pening di kota Ambarawa,kota yang terletak diantara salatiga,semarang,dan jogja ini memiliki obyek wisata yang sudah tidak asing lagi buat beberapa teman karena beberapakali juga sempat diliput media. Awalnya saya melihat liputan yang dilakukan oleh bang Peppy di acaranya peppy the explorer yang booming sekali pada waktu itu,banyak destinasi yang dia liput dan saya diam diam juga mengikuti petunjuk destinasi dari bang peppy (salam bang peppy, im your fans :D,sayangnya acaramu sudah gak ada bang :’( ). Back to main topic ambarawa dan rawa peningnya, hampir 4 tahun lalu saya mulai bolak balik solo-rumah saya rasa penasaran tentang rawa pening ternyata gak gampang buat dilampiaskan,selalu saja ganjalan atau halangan saya dapatkan jika sudah nawaitu mau ke rawapening entah itu hujan,waktu yang mepet dll. Seperti yang saya yakini setiap destinasi adalah surga dan jalan kesurga gak pernah gampang buat ditempuh harus sabar,tekun tawakan dll yuk mari tangkupkan tangan didepan dada dan mulai doanya...#lohhh??haha tapi beneran loh itu hampir selalu saya rasakan ditiap perjalanan saya. Gak percaya?baca tulisan saya yang lainya ntar tau deh :D .
Jarak yang jauh memang melelahkan tapi apapun demi modus akan saya lakukan, pemalang-solo saya tempuh biasanya 6-7 jam jika dengan motor tapi kenapa lama?saya lebih sering melantur entah kemana dulu dan juga pasti pelan sekali memacu motor karena terlalu banyak pemandangan bagus yang sayang kalau dilewatkan. Salah satu tempat incaran saya buat ngelantur adalah rawa pening di kota Ambarawa,kota yang terletak diantara salatiga,semarang,dan jogja ini memiliki obyek wisata yang sudah tidak asing lagi buat beberapa teman karena beberapakali juga sempat diliput media. Awalnya saya melihat liputan yang dilakukan oleh bang Peppy di acaranya peppy the explorer yang booming sekali pada waktu itu,banyak destinasi yang dia liput dan saya diam diam juga mengikuti petunjuk destinasi dari bang peppy (salam bang peppy, im your fans :D,sayangnya acaramu sudah gak ada bang :’( ). Back to main topic ambarawa dan rawa peningnya, hampir 4 tahun lalu saya mulai bolak balik solo-rumah saya rasa penasaran tentang rawa pening ternyata gak gampang buat dilampiaskan,selalu saja ganjalan atau halangan saya dapatkan jika sudah nawaitu mau ke rawapening entah itu hujan,waktu yang mepet dll. Seperti yang saya yakini setiap destinasi adalah surga dan jalan kesurga gak pernah gampang buat ditempuh harus sabar,tekun tawakan dll yuk mari tangkupkan tangan didepan dada dan mulai doanya...#lohhh??haha tapi beneran loh itu hampir selalu saya rasakan ditiap perjalanan saya. Gak percaya?baca tulisan saya yang lainya ntar tau deh :D .
Perjalanan
rawa pening kemarin saya sudah rencanakan jauh hari setelah saya dapat ijin
modus ke solo buat tukar motor dengan adik saya,setelah ijin dari tempat kerja
saya kantongi dan semua perlatan tempur dibawa trip rawa pening pun dimulai.
Rencana awal saya akan menginap disekitaran rawa pening biar lebih poll lagi
nikmatnya tapi semua berubah ketika bangsa api menyerang :D. Saya sempat dibuat
bingung karena ternyata rawa pening punya 2 tempat wisata yang satu punya
pemerintah yang satu punya salah perorangan,wah tantangan nih dan harus selesai
satu hari nih,biasa masalah ijin bla bla bla. Saya susun rencana dan memutuskan
untuk semedi dulu diatas motor mana yang harus saya kunjungi dan setelah
kejatuhan eek burung saya memutuskan mengunjungi objek kepunyaan pemerintah
dulu,tanya kanan kiri dengan warga speak speak anak ceweknya ibu yang punya
warung ketika mampir ngopi,main petak umet sama anak anak bla bla bla sampailah
saya ditempat tujuan saya gerbang megah dengan sedikit background proyek renovasi gagah menyambut kedatangan
saya dengan bertuliskan “ BUKIT CINTA RAWA PENING” wah nama yang romantis sekali batin saya
waktu itu, langsung terbayang bukit yang indah dengan taman yang terawat dan
bunga yang warna warni serta mbak mbak spg berrok mini yang menjajakan bunga
buat pasangan yang sedang dimabuk asmara,saya pacu motor saya dengan kecepatan
full dan hampir nabrak karena jarak gerbang dan tempat parkir ternyata gak
terlalu jauh hahaha.
Dikanan kiri ada jajaran ruko yang agak sepi pengunjung
dan menjajakan berbagai kerajinan tangan berbahan dasar enceng gondok yang
didapat dari rawa pening tentunya #acunginjempol #senyumtigajari #emotsenyum
hahahaha. Kok sepi?dangan taman seindah surgawi ini kenapa sepi? “NOTE waktu
adegan bagian ini saya masih terbawa lamunan tentang taman yang biasa
disinetron-sinetron buat joget joget ato buat adegan ketemu secara gak sengaja
antar pemainya,yang biasanya juga ada gelembung gelembung biar dramatis itu “.
Saya beranjak ketempat parkir dan menuju loket tiket yang agak kolosal gaes
kenapa?loketnya didalem mulut naga dan kerongkonan naganya buat kantornya waow
emejing sekali kan gaes?konon katanya ada seekor naga yang bersemayam di rawapening
jadi dibangunlah monumen naga ini untuk merepresentasikan legenda tersebut,tapi
gaes yang membuat saya kaget adalah kondisi badan naga yang sudah terkelupas
catnya dan rusak sana sini intinya naga ini lagi sakit dan diakibatkan lalainya
pemerintah untuk melakukan perawatan. Selesai dari urusan pertoketan #ehh sory
pertiketan maksud saya.Saya naik ke atas “bukit” yang menurut saya tidak
terlalu tinggi tapi berhasil hampir membuat saya memutuskan untuk minum air dan
membatalkan puasa saya hahaha.
Taman bunga, SPG dll bak taman disurga itu hanya jadi lamunan semu saja intinya ini pelanggaran hukum!saya dilukai secara mental oleh pemerintah!!nama bukit cinta itu seolah tindakan PHP oleh pihak pariwisata kepada pengunjung seperti iklan di tv yang PHP banget, contohnya iklan sabun muka dari kotor banget bisa bersih putih terus ganteng...mana?!!!saya kok tetep buluk ajah -_- ato iklan parfum yang kalo dipake bakalan dikejar kejar cewek?!!kalian tau lah mereknya gakperlulah saya sebut!! YAK betul!!! Mas yang dibelakang mbak yang gendut itu parfum axe yang saya maksudkan :D tapi mana?!gak pernah tuh saya digituin cewek dikejar kejar malah saya di gampar gara gara berusaha nempelin ketek saya ke idung cewek gara gara asumsi saya “mungkin gak kecium baunya sama ni cewek “ -_- dan jangan tanya bagaimana caranya ya.....itu lebih memalukan lagi buat diceritain -_- . Kembali keperasaan saya yang hampir hancur gara gara PHP ini saya mencoba menjelajah apa saja yang pemerintah tawarkan kepada pengunjung disini.
Taman bunga, SPG dll bak taman disurga itu hanya jadi lamunan semu saja intinya ini pelanggaran hukum!saya dilukai secara mental oleh pemerintah!!nama bukit cinta itu seolah tindakan PHP oleh pihak pariwisata kepada pengunjung seperti iklan di tv yang PHP banget, contohnya iklan sabun muka dari kotor banget bisa bersih putih terus ganteng...mana?!!!saya kok tetep buluk ajah -_- ato iklan parfum yang kalo dipake bakalan dikejar kejar cewek?!!kalian tau lah mereknya gakperlulah saya sebut!! YAK betul!!! Mas yang dibelakang mbak yang gendut itu parfum axe yang saya maksudkan :D tapi mana?!gak pernah tuh saya digituin cewek dikejar kejar malah saya di gampar gara gara berusaha nempelin ketek saya ke idung cewek gara gara asumsi saya “mungkin gak kecium baunya sama ni cewek “ -_- dan jangan tanya bagaimana caranya ya.....itu lebih memalukan lagi buat diceritain -_- . Kembali keperasaan saya yang hampir hancur gara gara PHP ini saya mencoba menjelajah apa saja yang pemerintah tawarkan kepada pengunjung disini.
Lapangan yang
teduh dengan pohon tinggi yang rindang membuat rasa kecewa saya sedikit
terobati,tapi sedikit loh yaaaa.....nampak bangunan yang entah apa maksud dan
tujuanya berdiri gagah di tengah lapangan ini,yang aneh adalah hanya berbentuk
rangka saja,tanpa dinding tanpa genteng ibarat bakso ya bakso kosongan ajah dan
tengah tengah bangunan ini terdapat tiang kecil berbendera merah putih yang
sesekali berkibar pas ada angin.
Kemudian saya agak kaget juga kok disini ada makam keramat?yaps makam keramat ini pas ada didekat anak tangga sebelah kanan saya,dengan dupa yang terbakar dan bau wangi yang menyengat tentu saja membuat bulu kuduk berdiri dan kurang nyaman. Karena takut mengganggu penghuninya saya memutuskan hanya mengucapkan salam dari jauh saja hehe.
Ada beberapa warung jajanan disekitaran lapangan tapi kebanyakan kosong mungin karena jumlah pengunjung yang bisa dikatakan sepi ini. Saya sempat bertanya pada ibu penjaga warung pas saya beli minuman,sambil minum saya bertanya sedikit gimana kabarnya?namanya siapa?hobi,mkanan favorit,minuman juga,ukuran sepatu,ukutan pakian atas bawah hehehe gak ding saya Cuma bertanya apa memang intensitas pengunjung selalu seperti ini atau bagaimana?kata ibu mariah ini yang memiliki ukuran 32 dan baju ukuran L yang hobi maem tape sama minum esteh katanya “pengunjung makin lama makin sepi,dan bisa dilihat sendiri tempat wisata yang “tidak ada apa apanya” ini hanya mengandalkan perahu wisata sajah dan dengan kondisi yang tanpa perawatan bagai mana orang mau berbondong bondong buat berkunjung?” saya manggut manggut mendengarkan keluhan beliau.
Sejam ngobrol ngalor ngidul mulai
dari rwa pening sampai hal kepala pening gara gara dapur yang susah ngebul
sampai saya sempat juga ditawarin jadi mantunya tapi suruh nuunggu sekitar 10th
lagi nunggu anaknya usianya pas 17 tahun :D.Saya pamit buat melanjutkan putar
putar rawa pening ini. Saya berkeliling melihat lihat dari ujung sampe ujung
lagi sambil mengamati dan mencari alasan kenapa tempat ini semakin sepi?gazebo
yang berjajar dipinggir rawa yang seharusnya menjadi nilai jual malah bentuknya
memprihatinkan. Di depan gazebo pas di pinggir rawa ada sejenis pondasi
yang saya juga gak tau tujuanya dibuat untuk apa bahkan bapak bapak yang lagi
ngerumpi di anjungan kapal pun geleng geleng kepala pas saya tanya soal pondasi
yang tebengkalai itu.
Saya juga sempat sambil cari foto foto buat tulisan ini ngrumpi bareng dengan bapak bapak manis ini sambil ngopi ngopi juga ( saya akhirnya harus batal puasa karena naik tangga tadi,tapi ini khilaf loh ya..sumprit ).
Tempat wisata yang baru berdiri di sisi lain rawa pening dengan nama “kampung rawa” ini jadi bahan perbincangan kami,para bapak ini lebih menyalahkan mereka dan tentunya pemerintah untuk kondisi ini mereka menyoalkan kenapa ada pemberian ijin sementara untuk pemanfaatan wisata rawa pening sudah ada bukit cinta ini. harapan mereka sih simpel menurut saya agar dapur mereka tetap ngebul tiap harinya, keseriusan pihak terkait harusnya lebih bisa aktif memelihara rakyat yang menggantungkan diri dirwa pening ini,populasi enceng gondok yang tanpa kendali juga membuat rawa pening ini kurang nyaman dilihat dari dekat menurut saya,banyak usulan yang saya sampaikan pada bapak bapak ini #seriusni #soalperut jadi kudu pake nada gagah bin tampan hehe. Pengusulan pembuatan wahana tambahan harusnya dapat menarik pengunjung tambah saya dan pemeliharaan yang rutin juga bakal membuat pengunjung nyaman ketika berkunjung. Setelah oanjang lebar ngobrol dan keliling bukit cinta saya kembali masuk mulut naga buat tanya letak kampung rawa pada petugas,oke petunjuk dapat langsung meluncur TKP.
Kampung rawa,nama pesaing dari bukit cinta rawa pening,bedanya pengelolaan bukit cinta masih ikut dinas pemerintahan sedangkan kampung rawa milik perorangan. Agak jauh memang lokasinya dari bukit cinta namun bukan hal yang sulit untuk menemukan lokasi wisata ini, selain terletak dijalur utama semarang-jogja kampung rawa juga punya banyak penunjuk jalan yang memang dipersiapkan untuk memastikan para pengunjungnya tidak salah arah. Kampung rawa sendiri sebenarnya bukan objek wisata namun masih tergolong rest area kalau menurut saya dan memang sumber utama kampung rawa ya restoran itu sendiri hanya mereka mengemas restoran ini menjadi seperti one stop recreation.
Mulai dari restoran yang di pisahkan oleh semacam danau kecil jadi sebelum kita bisa masuk dan menyantap makanan lezat kita diharuskan naik ke atas getek untuk menyebrang,tapi tenang setiap getek (cuma ada 2 sih :D ) sudah ada mas mas yang siap membantu menyebrangkan kok.
Sebetulnya pengen bisa masuk dan merasakan masakan ikan rawa pening ini tapi pas saya cek dompet eh si dompet malah lambaikan tangan nyahahahaha nyerah doi,,,oke kali ini tanpa wisata kuliner :'( . Saya alihkan perhatian saya sambil berharap rasa lapar dan kuciwa tadi hilang dengan cucimata saja syapa tahu kenyang ( makan angin :D ). Selain restoren yang menjadi andalan utama kampung rawa punya banyak akal untuk menyenangkan pengunjungnya mulai dari andong yang bisa disewa berkeliling areal kampung rawa, ada arena atv plus atv yang bisa disewa juga lalu ada wahana outbond seperti flying fox juga ada. pemandangan langsung menghadap rawa pening yang indah juga merupakan hal utama yang memang "dijual" oleh pemilik objek wiisata.
Alternatif kulinary di kampung rawa tidak hanya direstoran saja namun kampung rawa juga menyediakan areal pemancingan yang bisa digunakan oleh pengunjung melepas penat sekaligus bisa makan langsung ikan yang kita pancing tadi hmmm yumiiii,,,apa yg paling sedap selain ikan hasil tangkapan sendiri.
Seperti tak mau kehilangan kesempatan meraup kocek pengunjung kampung rawa juga menyediakan jajanan khas dari berbagai daerah ( tidak hanya dari ambarawa saja ) yang bisa pengunjung borong dan bawa pulang untuk oleh oleh.Di kampung rawa ini juga menyediakan ojek perahu untuk pengunjung yang ingin bisa memutari rawa pening ini,dengan biaya yang sama dengan bukit cinta kita bisa memutari rawa pening sampai puas.
Puas bermain tapi sudah waktunya sholat?tenang ada masjid yang memang sudah siap melayani kebutuhan rohani kita hehe. Onestop recreation ini bagai bumi dan langit jika dibanding bukit cinta yang dengan keadaan menyedihkan dan hanya menunggu mati saja. Bagai dua sisi mata uang pengelolaan rawa pening mulai dari bukit cinta dan kampung rawa memang tak bisa dipisah karena banyak warga yang menggantungkan hidup dari kedua objek ini,pihak pemerintahlah yang harusnya bisa menjaga dan merawat serta memberikan inovasi dan alternatif baru agar bukit cinta kembali hidup dan ramai. rawa pening dua sisi mata uang
Kemudian saya agak kaget juga kok disini ada makam keramat?yaps makam keramat ini pas ada didekat anak tangga sebelah kanan saya,dengan dupa yang terbakar dan bau wangi yang menyengat tentu saja membuat bulu kuduk berdiri dan kurang nyaman. Karena takut mengganggu penghuninya saya memutuskan hanya mengucapkan salam dari jauh saja hehe.
Ada beberapa warung jajanan disekitaran lapangan tapi kebanyakan kosong mungin karena jumlah pengunjung yang bisa dikatakan sepi ini. Saya sempat bertanya pada ibu penjaga warung pas saya beli minuman,sambil minum saya bertanya sedikit gimana kabarnya?namanya siapa?hobi,mkanan favorit,minuman juga,ukuran sepatu,ukutan pakian atas bawah hehehe gak ding saya Cuma bertanya apa memang intensitas pengunjung selalu seperti ini atau bagaimana?kata ibu mariah ini yang memiliki ukuran 32 dan baju ukuran L yang hobi maem tape sama minum esteh katanya “pengunjung makin lama makin sepi,dan bisa dilihat sendiri tempat wisata yang “tidak ada apa apanya” ini hanya mengandalkan perahu wisata sajah dan dengan kondisi yang tanpa perawatan bagai mana orang mau berbondong bondong buat berkunjung?” saya manggut manggut mendengarkan keluhan beliau.
| cieee ada yg pacaran cieeeee |
![]() |
| view dari atas pondasi |
![]() |
| ini pondasi yang saya maksudkan |
Saya juga sempat sambil cari foto foto buat tulisan ini ngrumpi bareng dengan bapak bapak manis ini sambil ngopi ngopi juga ( saya akhirnya harus batal puasa karena naik tangga tadi,tapi ini khilaf loh ya..sumprit ).
Tempat wisata yang baru berdiri di sisi lain rawa pening dengan nama “kampung rawa” ini jadi bahan perbincangan kami,para bapak ini lebih menyalahkan mereka dan tentunya pemerintah untuk kondisi ini mereka menyoalkan kenapa ada pemberian ijin sementara untuk pemanfaatan wisata rawa pening sudah ada bukit cinta ini. harapan mereka sih simpel menurut saya agar dapur mereka tetap ngebul tiap harinya, keseriusan pihak terkait harusnya lebih bisa aktif memelihara rakyat yang menggantungkan diri dirwa pening ini,populasi enceng gondok yang tanpa kendali juga membuat rawa pening ini kurang nyaman dilihat dari dekat menurut saya,banyak usulan yang saya sampaikan pada bapak bapak ini #seriusni #soalperut jadi kudu pake nada gagah bin tampan hehe. Pengusulan pembuatan wahana tambahan harusnya dapat menarik pengunjung tambah saya dan pemeliharaan yang rutin juga bakal membuat pengunjung nyaman ketika berkunjung. Setelah oanjang lebar ngobrol dan keliling bukit cinta saya kembali masuk mulut naga buat tanya letak kampung rawa pada petugas,oke petunjuk dapat langsung meluncur TKP.
Kampung rawa,nama pesaing dari bukit cinta rawa pening,bedanya pengelolaan bukit cinta masih ikut dinas pemerintahan sedangkan kampung rawa milik perorangan. Agak jauh memang lokasinya dari bukit cinta namun bukan hal yang sulit untuk menemukan lokasi wisata ini, selain terletak dijalur utama semarang-jogja kampung rawa juga punya banyak penunjuk jalan yang memang dipersiapkan untuk memastikan para pengunjungnya tidak salah arah. Kampung rawa sendiri sebenarnya bukan objek wisata namun masih tergolong rest area kalau menurut saya dan memang sumber utama kampung rawa ya restoran itu sendiri hanya mereka mengemas restoran ini menjadi seperti one stop recreation.
Mulai dari restoran yang di pisahkan oleh semacam danau kecil jadi sebelum kita bisa masuk dan menyantap makanan lezat kita diharuskan naik ke atas getek untuk menyebrang,tapi tenang setiap getek (cuma ada 2 sih :D ) sudah ada mas mas yang siap membantu menyebrangkan kok.
Sebetulnya pengen bisa masuk dan merasakan masakan ikan rawa pening ini tapi pas saya cek dompet eh si dompet malah lambaikan tangan nyahahahaha nyerah doi,,,oke kali ini tanpa wisata kuliner :'( . Saya alihkan perhatian saya sambil berharap rasa lapar dan kuciwa tadi hilang dengan cucimata saja syapa tahu kenyang ( makan angin :D ). Selain restoren yang menjadi andalan utama kampung rawa punya banyak akal untuk menyenangkan pengunjungnya mulai dari andong yang bisa disewa berkeliling areal kampung rawa, ada arena atv plus atv yang bisa disewa juga lalu ada wahana outbond seperti flying fox juga ada. pemandangan langsung menghadap rawa pening yang indah juga merupakan hal utama yang memang "dijual" oleh pemilik objek wiisata.
Alternatif kulinary di kampung rawa tidak hanya direstoran saja namun kampung rawa juga menyediakan areal pemancingan yang bisa digunakan oleh pengunjung melepas penat sekaligus bisa makan langsung ikan yang kita pancing tadi hmmm yumiiii,,,apa yg paling sedap selain ikan hasil tangkapan sendiri.
Seperti tak mau kehilangan kesempatan meraup kocek pengunjung kampung rawa juga menyediakan jajanan khas dari berbagai daerah ( tidak hanya dari ambarawa saja ) yang bisa pengunjung borong dan bawa pulang untuk oleh oleh.Di kampung rawa ini juga menyediakan ojek perahu untuk pengunjung yang ingin bisa memutari rawa pening ini,dengan biaya yang sama dengan bukit cinta kita bisa memutari rawa pening sampai puas.
Puas bermain tapi sudah waktunya sholat?tenang ada masjid yang memang sudah siap melayani kebutuhan rohani kita hehe. Onestop recreation ini bagai bumi dan langit jika dibanding bukit cinta yang dengan keadaan menyedihkan dan hanya menunggu mati saja. Bagai dua sisi mata uang pengelolaan rawa pening mulai dari bukit cinta dan kampung rawa memang tak bisa dipisah karena banyak warga yang menggantungkan hidup dari kedua objek ini,pihak pemerintahlah yang harusnya bisa menjaga dan merawat serta memberikan inovasi dan alternatif baru agar bukit cinta kembali hidup dan ramai. rawa pening dua sisi mata uang









































Tidak ada komentar:
Posting Komentar