Tayangan halaman minggu lalu

Kamis, 13 November 2014

RAWA PENING DUA SISI MATA UANG



Hoby paling asik adalah bepergian entah ketempat wisata,hanya iseng atau dengan tujuan yang lain, asal keluar dari kota yang sudah terlalu familiar dan dengan kesibukan yang monoton menuntut kita mencari banyak alternatif kegiatan yang mampu melunturkan penat di otak. Dari sekian kegiatan yang saya tekuni adalah bepergian entah itu dengan kendaraan umum, motor atau yang lainya yang penting pergi hehehe. Makanya saya paling semangat jika disuruh menjenguk adik ke tempat kuliahnya,adik saya yang sedang menuntut ilmu di solo merupakan tempat modus saya untuk kabur dan refreshing hahaha.












Jarak yang jauh memang melelahkan tapi apapun demi modus akan saya lakukan, pemalang-solo saya tempuh biasanya 6-7 jam jika dengan motor tapi kenapa lama?saya lebih sering melantur entah kemana dulu dan juga pasti pelan sekali memacu motor karena terlalu banyak pemandangan bagus yang sayang kalau dilewatkan. Salah satu tempat incaran saya buat ngelantur adalah rawa pening di kota Ambarawa,kota yang terletak diantara salatiga,semarang,dan jogja ini memiliki obyek wisata yang sudah tidak asing lagi buat beberapa teman karena beberapakali juga sempat diliput media. Awalnya saya melihat liputan yang dilakukan oleh bang Peppy di acaranya peppy the explorer yang booming sekali pada waktu itu,banyak destinasi yang dia liput dan saya diam diam juga mengikuti petunjuk destinasi dari bang peppy (salam bang peppy, im your fans :D,sayangnya acaramu sudah gak ada bang :’(  ). Back to main topic ambarawa dan rawa peningnya, hampir 4 tahun lalu saya mulai bolak balik solo-rumah saya rasa penasaran tentang rawa pening ternyata gak gampang buat dilampiaskan,selalu saja ganjalan atau halangan saya dapatkan jika sudah nawaitu mau ke rawapening entah itu hujan,waktu yang mepet dll. Seperti yang saya yakini setiap destinasi adalah surga dan jalan kesurga gak pernah gampang buat ditempuh harus sabar,tekun tawakan dll yuk mari tangkupkan tangan didepan dada dan mulai doanya...#lohhh??haha tapi beneran loh itu hampir selalu saya rasakan ditiap perjalanan saya. Gak percaya?baca tulisan saya yang lainya ntar tau deh :D .
Perjalanan rawa pening kemarin saya sudah rencanakan jauh hari setelah saya dapat ijin modus ke solo buat tukar motor dengan adik saya,setelah ijin dari tempat kerja saya kantongi dan semua perlatan tempur dibawa trip rawa pening pun dimulai. Rencana awal saya akan menginap disekitaran rawa pening biar lebih poll lagi nikmatnya tapi semua berubah ketika bangsa api menyerang :D. Saya sempat dibuat bingung karena ternyata rawa pening punya 2 tempat wisata yang satu punya pemerintah yang satu punya salah perorangan,wah tantangan nih dan harus selesai satu hari nih,biasa masalah ijin bla bla bla. Saya susun rencana dan memutuskan untuk semedi dulu diatas motor mana yang harus saya kunjungi dan setelah kejatuhan eek burung saya memutuskan mengunjungi objek kepunyaan pemerintah dulu,tanya kanan kiri dengan warga speak speak anak ceweknya ibu yang punya warung ketika mampir ngopi,main petak umet sama anak anak bla bla bla sampailah saya ditempat tujuan saya gerbang megah dengan sedikit background  proyek renovasi gagah menyambut kedatangan saya dengan bertuliskan “ BUKIT CINTA RAWA PENING”  wah nama yang romantis sekali batin saya waktu itu, langsung terbayang bukit yang indah dengan taman yang terawat dan bunga yang warna warni serta mbak mbak spg berrok mini yang menjajakan bunga buat pasangan yang sedang dimabuk asmara,saya pacu motor saya dengan kecepatan full dan hampir nabrak karena jarak gerbang dan tempat parkir ternyata gak terlalu jauh hahaha.
 Dikanan kiri ada jajaran ruko yang agak sepi pengunjung dan menjajakan berbagai kerajinan tangan berbahan dasar enceng gondok yang didapat dari rawa pening tentunya #acunginjempol #senyumtigajari #emotsenyum hahahaha. Kok sepi?dangan taman seindah surgawi ini kenapa sepi? “NOTE waktu adegan bagian ini saya masih terbawa lamunan tentang taman yang biasa disinetron-sinetron buat joget joget ato buat adegan ketemu secara gak sengaja antar pemainya,yang biasanya juga ada gelembung gelembung biar dramatis itu “. Saya beranjak ketempat parkir dan menuju loket tiket yang agak kolosal gaes kenapa?loketnya didalem mulut naga dan kerongkonan naganya buat kantornya waow emejing sekali kan gaes?konon katanya ada seekor naga yang bersemayam di rawapening jadi dibangunlah monumen naga ini untuk merepresentasikan legenda tersebut,tapi gaes yang membuat saya kaget adalah kondisi badan naga yang sudah terkelupas catnya dan rusak sana sini intinya naga ini lagi sakit dan diakibatkan lalainya pemerintah untuk melakukan perawatan. Selesai dari urusan pertoketan #ehh sory pertiketan maksud saya.Saya naik ke atas “bukit” yang menurut saya tidak terlalu tinggi tapi berhasil hampir membuat saya memutuskan untuk minum air dan membatalkan puasa saya hahaha.
Taman bunga, SPG dll bak taman disurga itu hanya jadi lamunan semu saja intinya ini pelanggaran hukum!saya dilukai secara mental oleh pemerintah!!nama bukit cinta itu seolah tindakan PHP oleh pihak pariwisata kepada pengunjung seperti iklan di tv yang PHP banget, contohnya iklan sabun muka dari kotor banget bisa bersih putih terus ganteng...mana?!!!saya kok tetep buluk ajah -_- ato iklan parfum yang kalo dipake bakalan dikejar kejar cewek?!!kalian tau lah mereknya gakperlulah saya sebut!! YAK betul!!! Mas yang dibelakang mbak yang gendut itu parfum axe yang saya maksudkan :D tapi mana?!gak pernah tuh saya digituin cewek dikejar kejar malah saya di gampar gara gara berusaha nempelin ketek saya ke idung cewek gara gara asumsi saya “mungkin gak kecium baunya sama ni cewek “ -_- dan jangan tanya bagaimana caranya ya.....itu lebih memalukan lagi buat diceritain -_- . Kembali keperasaan saya yang hampir hancur gara gara PHP ini saya mencoba menjelajah apa saja yang pemerintah tawarkan kepada pengunjung disini.

Lapangan yang teduh dengan pohon tinggi yang rindang membuat rasa kecewa saya sedikit terobati,tapi sedikit loh yaaaa.....nampak bangunan yang entah apa maksud dan tujuanya berdiri gagah di tengah lapangan ini,yang aneh adalah hanya berbentuk rangka saja,tanpa dinding tanpa genteng ibarat bakso ya bakso kosongan ajah dan tengah tengah bangunan ini terdapat tiang kecil berbendera merah putih yang sesekali berkibar pas ada angin.
Kemudian saya agak kaget juga kok disini ada makam keramat?yaps makam keramat ini pas ada didekat anak tangga sebelah kanan saya,dengan dupa yang terbakar dan bau wangi yang menyengat tentu saja membuat bulu kuduk berdiri dan kurang nyaman. Karena takut mengganggu penghuninya saya memutuskan hanya mengucapkan salam dari jauh saja hehe.

Ada beberapa warung jajanan disekitaran lapangan tapi kebanyakan kosong mungin karena jumlah pengunjung yang bisa dikatakan sepi ini. Saya sempat bertanya pada ibu penjaga warung pas saya beli minuman,sambil minum saya bertanya sedikit gimana kabarnya?namanya siapa?hobi,mkanan favorit,minuman juga,ukuran sepatu,ukutan pakian atas bawah hehehe gak ding saya Cuma bertanya apa memang intensitas pengunjung selalu seperti ini atau bagaimana?kata ibu mariah ini yang memiliki ukuran 32 dan baju ukuran L yang hobi maem tape sama minum esteh katanya “pengunjung makin lama makin sepi,dan bisa dilihat sendiri tempat wisata yang “tidak ada apa apanya” ini hanya mengandalkan perahu wisata sajah dan dengan kondisi yang tanpa perawatan bagai mana orang mau berbondong bondong buat berkunjung?” saya manggut manggut mendengarkan keluhan beliau.
cieee ada yg pacaran cieeeee
Sejam ngobrol ngalor ngidul mulai dari rwa pening sampai hal kepala pening gara gara dapur yang susah ngebul sampai saya sempat juga ditawarin jadi mantunya tapi suruh nuunggu sekitar 10th lagi nunggu anaknya usianya pas 17 tahun :D.Saya pamit buat melanjutkan putar putar rawa pening ini. Saya berkeliling melihat lihat dari ujung sampe ujung lagi sambil mengamati dan mencari alasan kenapa tempat ini semakin sepi?gazebo yang berjajar dipinggir rawa yang seharusnya menjadi nilai jual malah bentuknya memprihatinkan. Di depan gazebo pas di pinggir rawa ada sejenis pondasi yang saya juga gak tau tujuanya dibuat untuk apa bahkan bapak bapak yang lagi ngerumpi di anjungan kapal pun geleng geleng kepala pas saya tanya soal pondasi yang tebengkalai  itu.
view dari atas pondasi

ini pondasi yang saya maksudkan



MATAHARI TIMUR...ROMO ARNOLD SANG IMAM BARU

  Waktu enam bulan tanpa menghasilkan apa-apa sungguh disesalkan,banyaknya kesibukan alasan membuat saya terlalu nyaman dan larut. Sudah banyak bahan sebetulnya tapi memencet keyboard seolah hal yang taboo sekali saya lakukan,post terakhir saya bulan mei lalu sekarang november -_- .
Materi yang lain sudah di prepare sedang on going  ( alasan lagi sebetulnya :D ) tapi nantilahhhhhhh hehehe.
  Ini bulan ketiga saya di pulau ENDE NTT surga seribu pantai indah yang memang di anugrahkan TUHAN YME untuk rakyat yang bersahaja ini. Rasa nyaman sangat saya rasakan disni toleransi yang tinggi membuat suasanan yang adem disini meskipun udaranya tidak seadem itu hehe maklum daerah timur. Masyarakat di ENDE ini mayoritas memeluk agama nasrani tapi tak ada isu sara yang menjadi bahasan mereka sehari hari,mereka sudah lebih paham tentang apa itu toleransi bukan hanya tulisan tapi tindakan. Masyarakat katolik disini juga begitu menjunjung tinggi agamanya tapi tanpa menjatuhkan agama yang lain.
  Ada suatu ketika saya baru turun dari kampung ( baca hutan ) saya dihadang oleh rombongan polisi yang sedang mengamankan jalan, penasaran saya pun parkirkan si rudy di tempat aman,tanpa buang waktu saya bergegeas menuju kerumunan 




 Saya bertanya dengan beberapa warga yang turut menyaksikan acara meriah disore yang cerah itu,ini pembaptisan imam baru katanya, beliau baru saja menyelesaikan pendidikan kepastoran dan pulang kerumah untuk semacam melakukan sukuran juga. Warga kampung tempat beliau pun menyambut dengan suka cita karena daerahnya kini punya imam yang mewakili di keuskupan itu yang saya dengar dari seorang ibu yang saya temui. Iring iringan beliau dikawal oleh sekelompok bapak bapak yang melakukan semacam tarian penyambutan atau tarian sukur. 





Tarian yang unik dan baru pertama kali saya lihat apalagi momenya ditunjukan untuk menyambut kepulangan seorang pemuka agama sungguh penghargaan yang luarbiasa dan baru saya lihat disini di ende ini. Para penari ini menari dengan iringan musik yang keluar dari mulut seorang pemimpin tarian mereka,posisi bapak ini ada dipaling depan dan memegang batang janur atau daun kelapa sambil menggoyangkanya keatas dan kebawah sesuai irama kemudian disambut dengan ketukan bambu yang dipukul pukulkan kejalanan,menjadikan musik dan tarian ini semakin indah. Sementara bapak romo baru ini berjalan pelan dibelakang iringan didampingi oleh seorang mosalaki atau tuan tanah atau pemangku adatnya kalau di ENDE sini. 

 Sementara pihak keluarga dari sang romo sudah di instruksikan menunggu didepan gerbang desa dan dengan sedikit contekan dari mc bapak dari romo tersebut nampak sedikit sedikit menghapalkan meskipun kondisi usia tidak muda lagi dan nampak beliau sangat kesusahan dengan hapalan itu,kemudian sang mc pun mencoba menenangkan bapak untuk tidak usah khawatir jika tidak hapal sambil baca atau nanti saya ucapkan bapak tinggal mengulangi begitu gumam pak mc tadi. Iring iringan berjalan lambat namun akhirnya romo baru ini sampai juga didepan gerbang oh iya namanya romo arnold bagus kan?memang orang timur memiliki nama yang kebarat baratan karena memang mereka mayoritas katolik jadi ya namanya sedikit kebarat baratan namun mereka tetap tidak lupa dengan daerahnya kok ternukti nama belakang mereka masih menggunakan nama dari bahasa ende. Lanjut yah,,,sampai didepan gerbang nampak bapak dari romo arnold ini sedang membacakan teks dengan terbata bata,mungkin perasaan beliau bercampur aduk tidak jelas,,,syukur,haru,dan bangga itulah mungkin yang beliau rasakan sekarang,tahu anaknya menjadi wakil TUHAN di bumi kelahiran mereka tak ada lagi rasa syukur yang bisa mewakili itu. 


Selesai menerimasambutan dari orangtua yang diwakilkan oleh bapak, kemudian sang romo pun di papah untuk berdiri diatas mimbar dadakan terbuat dari kayu,beliau menyampaikan beberapa kalimat sambutan berupa ucapan syukur dan terimakasih untuk antusias serta kecintaan masyarakat pada TUHANnya,setelah memberikan sambutan barulah romo diajak untuk masuk kerumah melakukan ritual relanjutnya.



Momen berikutnya adalah kesalahan yang sering sekali saya lakukan yaitu kehabisan baterai hp -_- belum sempat kenalan atau mengikuti prosesi dengn penuh ( meski tanpa sengaja ) bagi saya ketololan yang belum bisa saya obati semoga lain kali saya lebih siap lagi dalam kondisi apapun hehe. 
Dan ALLAH menciptakan kita bersuku suku bangsa dan berbeda satu dengan yang lainya agar kita saling mengenal dan menghargai perbedaan itu sendiri @tukang liburan