Tayangan halaman minggu lalu

Jumat, 09 Mei 2014

THE “HIDDEN” PARADISE MENGANTI



Desir suara ombak, semilir angin yang membuat nyiur melambai,hamparan pasir putih, alunan musik pantai, serta dilengkapi liukan tubuh para penari aloha menjadi lamunan yang begitu menyenangkan setelah saya menapaki jalan berbukit bersama jalu. Dari atas bukit hamparan lautan itu begitu jelas menggoda kami, Menganti begitu panggilan surga yang sedang saya dan jalu cari, konon hamparan bukit hijau mengelilinginya dihiasi karang- karang hitam gagah di sepanjang perairanya dan pasir putih lah yang menjadikan pantai ini begitu sulit ditolak untuk didatangi. Beberapa teman forum menamainya NEW ZEALANDnya Indonesia,jajaran bukitnya begitu indah tak kalah dengan yang ada pada film trilogi yang terkenal itu “LORD OF THE RING”.
Pantai Menganti sendiri terletak di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Pantai ini belum begitu populer seperti pantai tetangganya yaitu pantai ayah yang terletak sekitar 8/10 km sebelah timur menganti. Saya memilih tgl 9 april untuk menjelajah mencari kebenaran mitos pantai ini. Iya saya tahu saya meninggalkan kewajiban memakai hak suara saya tp saya sama sekali tidak mengenal mereka dan sepak terjang mereka yang katanya akan mewakili suara saya,jadi buat apa buang waktu?lebih baik mengendurkan syaraf dan menikmati hari yang masih bisa kita lewati. Saya masih harus berputar putar di kota kebumen karena sama sekali tidak ada rambu-rambu penunjuk ke arah pantai ini,beberapa warga pun saya tanya malah bingung. Mulai putus asa saya jelas, kelelahan mencari arah saya putuskan berhenti sejenak untuk beristirahat dan meminum segelas kopi hangat kebetulan siang itu juga turun hujan lebat. Satu usaha terakhir saya coba tanya ibu penjual kopinya,pada awalnya ibu itu bingung tentang pantai menganti,tapi ketika saya sebutkan tentang mercusuar yang ada di pantai menganti baru ibu itu sedikit paham sedikit lupa tapi arah yang diberikan cukup jelas. Sembari menikmati kopi saya menunggu hujan reda dan memacu jalu lagi.
Sempat heran juga pantai seindah ini dengan potensi investor dan wisatawan yang begitu besar kok malah pemerintah daerahnya cenderung seolah olah menutupi agar objek wisata ini tak terjamah selain bukan warga lokal yang hanya beberapa org juga yang tahu. Yah sudah lah ini juga bukan mau membahas soal pemerintah dan birokrasi yang super duper aneh di Endosea kita ini. Lets enjoy the view then?.

Lanjut?YUUUUUUUUUUUUKKKKK!!!!! :D
Saya diberi petunjuk untuk menuju daerah bernama ngijo dan baru ambil arah keselatan terus ikuti jalan utama. Jalan beraspal yang bersahabat menyambut saya sepanjang jalan menuju pantai. Saya diajak untuk melintasi pantai ayah terlebih dahulu sebelum saya sampai di menganti, pantai berpasir hitam seperti di tempat saya kurang menarik minat saya untuk menjelajah masuk lebih dalam hehe.
Setelah pantai ayah saya diajak masuk hutan dengan trek naik turun,cukup mengingatkan saya akan pantai daerah gunung kidul yang juga harus naik turun bukit dulu bedanya disini benar benar sejuk untuk dilewati karena hutanya masih sangat asri.


Trek menanjak dan curam serta lengkap dengan jurang setelah saya melintasi hutan menjadi kurang menakutkan karena persis disebelah jurang view lautan biru dan ombak serta bau lautan yang sangat khas menjadi seperti obat penenang bahwa mereka disana menuggu saya untuk menjelajah. Pantai menganti ternyata memiliki portal untuk tiket masuk dengan kondisi ala kadarnya dan tiket yang sangat murah menjadikan tempat wisata ini sangat terjangkau bagi saya dan kaum saya ( kaum cupeners/ serba cekak ) hehehe.. Tapi perjalanan kurang greget rasanya bila tidak ada kendala, sekitar 1km sebelum pantai jalan super extreme menjadi halangan pemisah antara saya dan surga saya. Memang benar surga itu susah untuk diraih dan harus penuh perjuangan. Turunan yang sangat curam dengan kondisi aspal yang berlubang cukup besar serta tersebar di hampir seluruh badan jalan membuat saya harus menarik rem jalu sampai mentok dan beberapa kali roda belakang saya harus berdecit menandakan bahwa ban tidak berputar tapi motor tetap melaju turun,sudah sejauh ini didepan surga sudah terhampar jelas dan memanggil begitu kuat,nekat saya tetap terjang jalanan tadi. Kembali lagi kepedulian pemerintah kota dan bagian pengembang pariwisatanya kemana?ngapain ajah?kok jalan yang sudah sebegitu dekat dengan pantai indah ini sebegitu rusak dan tak terurus?kecewa pemirsa .


FIUH #ngusapkringet

  5jam perjalanan dan 1KM jalanan curam berlubang membuat surga ini begitu indah dimata saya,berkali kali lipat dari lamunan saya di awal tadi, meskipun tanpa gadis penari aloha berbikini tetap saya berjanji untuk menikmati pantai ini sampai puas.