Desir
suara ombak, semilir angin yang membuat nyiur melambai,hamparan pasir putih,
alunan musik pantai, serta dilengkapi liukan tubuh para penari aloha menjadi
lamunan yang begitu menyenangkan setelah saya menapaki jalan berbukit bersama
jalu. Dari atas bukit hamparan lautan itu begitu jelas menggoda kami, Menganti
begitu panggilan surga yang sedang saya dan jalu cari, konon hamparan bukit
hijau mengelilinginya dihiasi karang- karang hitam gagah di sepanjang
perairanya dan pasir putih lah yang menjadikan pantai ini begitu sulit ditolak
untuk didatangi. Beberapa teman forum menamainya NEW ZEALANDnya Indonesia,jajaran bukitnya begitu indah tak kalah
dengan yang ada pada film trilogi yang terkenal itu “LORD OF THE RING”.
Pantai
Menganti sendiri terletak di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Pantai ini belum
begitu populer seperti pantai tetangganya yaitu pantai ayah yang terletak
sekitar 8/10 km sebelah timur menganti. Saya memilih tgl 9 april untuk
menjelajah mencari kebenaran mitos pantai ini. Iya saya tahu saya meninggalkan
kewajiban memakai hak suara saya tp saya sama sekali tidak mengenal mereka dan
sepak terjang mereka yang katanya akan mewakili suara saya,jadi buat apa buang
waktu?lebih baik mengendurkan syaraf dan menikmati hari yang masih bisa kita
lewati. Saya masih harus berputar putar di kota kebumen karena sama sekali
tidak ada rambu-rambu penunjuk ke arah pantai ini,beberapa warga pun saya tanya
malah bingung. Mulai putus asa saya jelas, kelelahan mencari arah saya putuskan
berhenti sejenak untuk beristirahat dan meminum segelas kopi hangat kebetulan
siang itu juga turun hujan lebat. Satu usaha terakhir saya coba tanya ibu
penjual kopinya,pada awalnya ibu itu bingung tentang pantai menganti,tapi
ketika saya sebutkan tentang mercusuar yang ada di pantai menganti baru ibu itu
sedikit paham sedikit lupa tapi arah yang diberikan cukup jelas. Sembari
menikmati kopi saya menunggu hujan reda dan memacu jalu lagi.
Sempat heran juga
pantai seindah ini dengan potensi investor dan wisatawan yang begitu besar kok
malah pemerintah daerahnya cenderung seolah olah menutupi agar objek wisata ini
tak terjamah selain bukan warga lokal yang hanya beberapa org juga yang tahu.
Yah sudah lah ini juga bukan mau membahas soal pemerintah dan birokrasi yang
super duper aneh di Endosea kita ini. Lets enjoy the view then?.
Lanjut?YUUUUUUUUUUUUKKKKK!!!!!
:D
Saya
diberi petunjuk untuk menuju daerah bernama ngijo dan baru ambil arah keselatan
terus ikuti jalan utama. Jalan beraspal yang bersahabat menyambut saya
sepanjang jalan menuju pantai. Saya diajak untuk melintasi pantai ayah terlebih
dahulu sebelum saya sampai di menganti, pantai berpasir hitam seperti di tempat
saya kurang menarik minat saya untuk menjelajah masuk lebih dalam hehe.
Setelah
pantai ayah saya diajak masuk hutan dengan trek naik turun,cukup mengingatkan
saya akan pantai daerah gunung kidul yang juga harus naik turun bukit dulu
bedanya disini benar benar sejuk untuk dilewati karena hutanya masih sangat
asri.
Trek
menanjak dan curam serta lengkap dengan jurang setelah saya melintasi hutan
menjadi kurang menakutkan karena persis disebelah jurang view lautan biru dan
ombak serta bau lautan yang sangat khas menjadi seperti obat penenang bahwa
mereka disana menuggu saya untuk menjelajah. Pantai menganti ternyata memiliki
portal untuk tiket masuk dengan kondisi ala kadarnya dan tiket yang sangat
murah menjadikan tempat wisata ini sangat terjangkau bagi saya dan kaum saya (
kaum cupeners/ serba cekak ) hehehe.. Tapi perjalanan kurang greget rasanya bila
tidak ada kendala, sekitar 1km sebelum pantai jalan super extreme menjadi
halangan pemisah antara saya dan surga saya. Memang benar surga itu susah untuk
diraih dan harus penuh perjuangan. Turunan yang sangat curam dengan kondisi
aspal yang berlubang cukup besar serta tersebar di hampir seluruh badan jalan
membuat saya harus menarik rem jalu sampai mentok dan beberapa kali roda
belakang saya harus berdecit menandakan bahwa ban tidak berputar tapi motor
tetap melaju turun,sudah sejauh ini didepan surga sudah terhampar jelas dan
memanggil begitu kuat,nekat saya tetap terjang jalanan tadi. Kembali lagi
kepedulian pemerintah kota dan bagian pengembang pariwisatanya kemana?ngapain
ajah?kok jalan yang sudah sebegitu dekat dengan pantai indah ini sebegitu rusak
dan tak terurus?kecewa pemirsa .





