Setelah menyelesaikan urusan dengan bapak petugas tadi saya kemudian mulai berjalan menuruti mata saya yang lapar.pantainya bisa dikatakan bersih memang,dengan fasilitas kebersihan yang tersedia seperti tempat sampah dan WC umum.
Ujung negoro sendiri terletak di kabupaten Batang sekitar 5-8 km dari kota Batang. Pantai ini amat menarik bukan hanya karena pemandangan yang indah suasana asri namun satu hal yang unik dari pantai ini yaitu memiliki gugusan karang di sepanjang pantainya yang mana menurut saya itu aneh dan baru saya temui di pantai ini untuk daerah pesisir utara yang memang secara geografis tidak ada pantai berkarang.
Kaki saya tidak mau berhenti untuk menyusuri dan mengetahui apa saja yang ada di pantai ini.Saya lanjutkan langkah saya menapaki jalan paving yang telah di buat. Beberapa kali saya bertemu pelancong yang sedang menikmati juga pantai ini,ada yang bersama teman sekedar main ke pantai atau memang datang bertujuan untuk memancing.
Sejurus kemudian, saya bertemu anak tangga yang jumlahnya "lumayan",ya lumayan..lumayan membuat saya kebingungan dan akan lumayan juga membuat saya kelelahan. Berbekal rasa penasaran yang masih terus menggebu saya susuri anak tangga ini tak tahu akan membawa saya kemana namun satu hal yang saya tahu yaitu akan secapek apa nantinya saya,hehe.tapi rasa penasaran mendorong saya untuk tidak mengindahkan rasa ragu saya maka satu demi satu anak tangga saya naiki
Dan benar saja,seperti yang saya duga saya berhasil dibuat megap-megap oleh anak tangga yang agak durjana itu.sampai dipuncak bukit kecil ini saya melihat pelataran makam seorang ulama yang dikeramatkan,sayang saya tidak mendapat info yang jelas mengenani siapa beliau ini dan tidak ada petugas yang mengelola tempat itu saat saya datang. Saya sempat bertemu satu rombongan peziarah yang telah selesai berdoa. Karena ti dak ada larangan memotret saya abadikan satu frame pelataran makam tersebut.
Kesan bersih dan terawat nampak jelas pada kondisi makam ini.jelas pengelola tidak main-main dalam melakukan perawatan.Mungkin sewaktu saya datang petugas sedang istirahat jadi gerbang tanpa penjagaan dan saya tidak bisa mendapat informasi lebih untuk makam beliau ini. Di kanan kiri makam nampak pantai ujung negoro dari atas dan pemandangan yang wow terhampar didepan saya.Jarang sekali saya bisa menikmati pantai dari atas bukit itu kenapa pantai ini unik. hehe
Puas menjelajah makam keramat dan saya mendapati penduduk lokal yang menjual cinderamata berupa ikan dan cumi cumi kering yang diasinkan.Saya mencoba bertanya sekedar menyapa dan beramah tamah namun diminta membeli dagangan mereka.Kasihan memang namun bagaimana lagi saya juga sedang limit dompetnya bahkan masuk angin,*lol.
Belum lagi kelar bercengkrama dengan ibu ibu pembeli teman saya mengajak saya turun bukit untuk menyusuri pantai lagi,"biar puas" katanya.Tanpa menunggu lama saya pun kembali melangkah dan menuruni bukit yang belum punya jalur dan jadilah saya pendaki mendadak yang harus membabat hutan untuk membuat jalur.Sip kami tiba di pantai lagi dan teman saya minta saya membuat beberapa foto narsis alakadarnya dengan beberapa karang. dan viola jadilah beberapa foto ini.
Yap kaki mulai lelah melngkah waktunya kembali ke tempat dimana kami datang sambil beberapa kali mengabadikan keindahan pantai yang tak kalah indahnya dengan jajaran pantai selatan kami pun mencari tempat istirahat untuk melepas lelah dan memenuhi kebutuhan air atas haus yang kami dapatkan akibat perjalanan yang lumayan jauh dan harus naik turun bukit padahal kami sedang di pantai,, :D *lol.
Back to main quote "berlibur bukan tentang jarak yang ditempuh namun tentang pelajaran yang didapat",tetap berjalan dan kenali lebih dekat sekitarmu @tukangliburan























