Hari
jadi adalah suatu momen istimewa penanda bahwa usia kita bertambah. Doa dan
ucapan selamat tak hentinya ditunjukkan untuk kita dalam satu hari itu. Momen
hari jadi juga selalu indentik dengan perayaan yang bertujuan
“syukuran”.Perayaan hari jadi seseorang bisa jadi seangat meriah,apalagi bila
perayaan itu dilakukan oleh sebuah kota?semeriah apa?.
Pemalang,kota
grombyang,kota ikhlas begitu sebutan untuk kota kelahiran saya ini. Letak
pemalang sendiri sangat strategis karena terletak diantara 3 kota ( Tegal,
Pekalongan, Purbalingga) yang mempunyai kebudayaan serta dialek bahasa yang
sangat berbeda membuat kota ini memiliki kultur yang unik. Percampuran dialek
yang berbeda di tiap perbatasan kota menambah kekayaan kultur pemalang.
 |
| menrut nabi berbukalah dengan yang manis jadi artikel ini saya buka dengan foto yang manis dulu :D |
|
Hari
jadi Pemalang ke (439) memberi kesan tersendiri pada saya. Widuri carnaval
fest itu nama yang diberikan untuk perhelatan akbar kali ini. Sebenarnya
kegiatan ini ( festival ) baru dua kali saya alami dan baru dimasa bupati yang
sekarang menjabat saya merasakan semacam festival seperti ini di kota saya ini.
Sayangnya kegiatan semacam ini tidak rutin tiap tahun diadakan, padahal
festival ini bisa menjadi media atau jembatan perkenalan untuk seluruh warga
kota mengenal keragaman budaya yang dimiliki kotanya karena pengaruh budaya
ketiga kota yang mengapit pemalang juga berbeda satu dengan yang lain.
Saya
datang tepat waktu,yakni jam 10 siang besar harapan saya dengan ketepat waktuan
saya. Saya sangat berharap bisa mendapat foto-foto tentang persiapan peserta
festival tapi kenyataan yang saya dapati jauh dari harapan. Jam 10 tepat lokasi
awal festival masih sepi dan hanya beberapa peserta yang sudah hadir dilokasi
serta panggung kecil dengan pengeras suara dan tenda, sementara warga yang
hendak menonton sudah banyak berdatangan. Banyak sekolah ( peserta) yang belum
datang,saya mencoba menghubungi seorang teman yang sekolahnya menjadi peserta
festival,cukup terkejut karena ternyata pihak peserta malah mendapat surat
edaran untuk datang jam 11 dan murid-muridnya juga masih dalam keaaan belum
siap ( make up dan kostum ). Teman saya bergumam “ini mah rubber watch
sindrome” atau bisa diartikan sindrom jam karet atau istilahnya ngaret lah
hehe. Akibat kejadian ini saya akhirnya udah 2 kali menyepelekan acara festival
dengan datang (sengaja) tidak on time,dan apa yang saya dapat ya sisa acara
festival. Muncul sebuah pertanyaan dari saya “apa Cuma kota saya yang kena
rubber watch sindrome ini?” :D.
 |
| barisan paskibra sedang mengatur barisan |
|
 |
| nampak seorang tentara berlari,mengejar apa saya ndak tau,yg pasti bukan masa lalunya :D |
 |
| "oke gengs kita doa dulu ya?" kata sang kapten |
 |
| "tos dulu gengs!!"HOY!! |
 |
| YESS!!IM THE CAPTAIN |
 |
| be prepared |
 |
| ready? |
 |
| atraksi muter stik drum coy biar keren :D |
 |
| im the smilling skull |
 |
| siap mukul!! |
 |
| eh kita di foto tuh!! jadi enak :D |
 |
| kami cadangan nya |
 |
| horsmen |
 |
| "cosplay" nyai WIDURI |
 |
| abang none ala pemalang gan :) |
 |
| salah satu peserta meminta foto didepan barang displaynya |
 |
| nampak beberapa bapak dari kantor dinas sedang bercengkrama |
3jam
saya harus menunggu,kondisi starting poin mulai ramai,saya pun harus mulai
sibuk dengan kamera saya. Rasa bosan menunggu 3jam lebih tadi sudah saya
lupakan, saya menyusuri langkah tiap kontingen peserta yang berwarna warni dan
menampilkan keunikanya.
“And the shit happens” saking antusiasnya saya dengan
memotret peserta festival momen yang seharusnya saya jadikan prioritas malah terlewatkan.
Pemukulan genderang tanda mulainya festival oleh bapak bupati tak berhasil saya
abadikan dalam frame saya.DAMN!!! Arak-arakan festival pun mulai berjalan,rute
yang diambil merupakan jalur utama ke II di pemalang sampai alun alun, dan hari
itu jalan terpadat kedua di kota saya
menjadi milik pejalan kaki sepenuhnya. Warga masyarakat sudah berjejer
rapi di sepanjang jalan menyambut peserta festival yang memakai kostum berwarna
warni.
Saya dengan setengah berlari mencoba menyusul rombongan bupati,bukan
apa-apa soalnya saya masih berhutang frame untuk stok tulisan saya yang
mengharuskan ada foto pejabat yang terkait dengan daerah tsb. Sialnya rombongan
ini tak terkejar,tapi setelah samapi di alun-alun ternyata pasangan bupati dan
pejabat daerah lain sudah duduk manis di atas
panggung yang dipersiapkan panitia.
Berlanjut
pada acara pamungkas yaitu dimainkanya pertunjukan khas daerah masing-masing
didepan sang bupati. Tanpa menunggu lama saya beranikan diri duduk tepat
didepan panggung agar dapat foto yang menggunakan angel tanpa background yang
mengganggu tentunya hehe. Tiap kontingen peserta memperagakan tarian, musik,
kreasi produk lokal, dan hasil bumi khas daerah tersebut guna menunjukan bahwa
tanah mereka masih subur dan menghasilkan hasil bumi yang berlimpah. Untuk
produk kuliner ada jajanan pasar yaitu
apem cubit dari daerah comah kemudian pemalang juga punya durian dari
desa randu dongkal,kesenian tari-tarian lumayan beragam ada ronggeng,ada
sintren,bahkan ada tarian perlambang tokoh legenda kota kami yaitu nyai widuri
yang sekarang diabadikan untuk nama objek wisata pantai kebanggaan kota kami
yaitu pantai widuri. Para dalang menyajikan aksi teatrikal tentang runtuhya
kecintaan pada budaya lokal serta banyak lagi yang belum saya sebutkan.












































Kehebohan terjadi saat rombongan tandu yang membawa hasil bumi melintas penonton,tanpa kawalan satpol pp yang ketat penonton yang mulai lapar ini dengan beringas menyerbu tandu-tandu ini,yang seharusnya di jejer untuk dipamerkan dan diberi penilaian,karena inilai telat jadi satpol PP bergerak semampunya.
 |
| mereka mulai lapar!! |
 |
| mereka menggila!! |
 |
| satpol pp mencoba meredam masa yang mulai lapar!! |
 |
| lihat tanda panah!! :D |
Rangkaian acara pun ditutup dengan ucapan syukur atas acara yang berjalan lancar,kemudian bapak bupati beserta istri membagi bagikan apem cubit kepada masyarakat yang ada.
Doa
dan harapan yang baik selalu menjadi hal utama dalam perayaan hari jadi, dan
kemajuan pembangunan kota tercinta lah yang saya dan masyarakat lain harapkan.
@tukangliburan.