Get lost itu
perlu tapi bukan tiap saat kita lakukan,prepare adalah sesuatu yang perlu
mendapat perhatian khusus.segala perlengkapan,itinary yang mantap dan teman
perjalanan.Bukan berarti tidak boleh travelling solo tapi alangkah enaknya
punya teman dalam perjalnan.Saya amini karena saya mendapat pengalaman itu
kemarin,jadi begini ceritanya *liat keatas gambar mulai buram didampingi
backsound burung hantu :D
Berhembus
kabar di jagat twitter mulai dari bulan desember tentang hajat akbar si raja
buah,meras tertarik saya cek kebenaran kota penyelenggaranya yaitu pekalongan
tak hanya melulu soal batik pekalongan juga terkenal akan durianya dan sekarang
memang sedang gencar gencarnya mengembangkan pariwisata di sektor ini,wanawisata
durian. Sang raja buah yang memang termahsyur di penjuru dunia ini memang
meiliki peminat yang tak terhitung jumlahnya sensasi surgawi pada aroma dan
rasanya membuat peminatnya berbondong bondong untuk menikmatinya.Meski harga
yang tak murah tapi apapun untuk aroma surgawi harga bukanlah masalah menurut
saya,satidaknya itu sebanding hehee.Wanawisata ini terletak di sebuah desa
bernama kabalong *cmiiw. Bermodal konfirmasi dari pekalongan saya langsung
sebarkan info guna menjaring teman perjalanan *biar modal dikit atau malah bisa
gratisan :D.Next, tgl 16 februari menjadi hari raya pecinta durian i pekalongan
an sekitarnya,tak terhitung jumlah pengunjung yang berbondong-boondong datang
keacara ini.Pengunjung yang datang pun tidak main main banyak saya jumpai plat
mobil dengan nomer jakarta ,bandung, ada juga yang dari semarang rela datang
untuk event ini,memang harga sebuah kecintaan tak dapat kita ukur dalamnya.
Dngan kondisi
weekend serta acara yang mengundang banyak sekali peminat (akibat promo besar)
tentu saja berakibat pada banyaknya volume kendaraan dan manusia yang sampai
ribuan memadati jalan sempit lolong,kemacetan yang harusnya jadi milik jakarta
pun ikut datang ke lolong :D.terkendala macet kami memutuskan untuk memarkir
kendaraan kami dan berjalan kaki menuju tempat festival. Langkah optimis kami
menjadi senjata yang memang ampuh untuk menyusuri jalan aspal sempit diantara
kemacetan. Di pertengahan jalan saya bertemu dengan seorang teman mas graha
namanya,beliau memang niatnya berangkat bersama saya dan beberapa teman lain
ari komunitas fotografi namun ternyata banyak peserta yg mundr yang
mengakibatkan saya juga mundur *masalaha budget biasa hahaha dan berpindah
rombongan wisata,skip dalam obrolan yang singkat itu saya mendapat masih 2km lagi menembus
kemacetan untuk dapat menyaksikan festival durian itu.Jelas langkah
optimis saya sempat goyah namun kembali terbayang aroma surgawi sang durian dan
rasa yang susah di ungkapkan mau tidak mau memaksa saya untuk kembali melangkah
*kecintaan itu susah diukur nilainya.
2km pertama
terlewati dengan kerigat dan peluh serta gerah pada badan kami,sampai di
gerbang(dadakan) acara kami bertanya kepada petugasnya ntuk mencari tahu
seberapa juh lagi kami dapat menjumpai durian dan festivalnya “500m” lagi katanya.500METER
LAGI.....itu kalimat yang sebegitu meukul perasaan kami,2km ternyata belum
cukup untuk menggapai durian.2,5km pertama terampaui dengn nafas yang tinggal
setengah dibadan,kami datang ke loket tiket dan jawaban yang tak pernah kami
duga sebelumnya,dengan mulut berlipstik merah merekah mbak penjaga loket
berkata dengan sedikit mendesah bahwa toket #ehhhh TIKETNYA habis.Mata nanar
pendengaran berkurang,kunang kunang,babi,patricks star sponge bob
semua berputar putar di atas kepala saya :v perjuangan 2,5km terbayar dengan
kalimat toket #ehh tiket habis?.
OKE PLAN B sudah sejauh ini masa tangan kosong?kita geledah kampung ini!harus dapet duren!!!batin saya.kita meyakinkan tekad dan berjalan lagi mengitari desa dan perjuangan belum berakhir.Secercah oase menghampiri kami ketika seorang ibu-ibu penjual duren menawarkan barang daganganya, oase tinggallah oase kami nyaris kena tipu dengan ibu ini kami dipaksa membeli duren yang mentah WTF!!!tipsnya jangan mau untuk tidak mencoba duran yg mau kalian beli wajib di ICIP WAJIB!!!!!!apalagi buat yg kantong cekak :D.
OKE PLAN B sudah sejauh ini masa tangan kosong?kita geledah kampung ini!harus dapet duren!!!batin saya.kita meyakinkan tekad dan berjalan lagi mengitari desa dan perjuangan belum berakhir.Secercah oase menghampiri kami ketika seorang ibu-ibu penjual duren menawarkan barang daganganya, oase tinggallah oase kami nyaris kena tipu dengan ibu ini kami dipaksa membeli duren yang mentah WTF!!!tipsnya jangan mau untuk tidak mencoba duran yg mau kalian beli wajib di ICIP WAJIB!!!!!!apalagi buat yg kantong cekak :D.
Gagal menjalin
silaturahmi dengan ibu tadi saya melihat 2 pemuda yg dengan ramah menyapa kami
dengan senyuman *berasa gay deh saya :v hahha.Kami coba datangi dan dengan
prinsip icip dulu kami menemukan surga
dunia,,DUREN!!!!!aromaaaaa,,,rasanyaaaaaaa...bener-bener memabukkan,kami sampai
membuka 7 biji durian hahaha.
Dan belum puas kami beranjak bermaksud pindah spot durian #di pekalongan ada 2 spot yg terkenal dengan durian yaitu kabalong dan doro. Rencana kami lanjutkan ke doro tapi sebelumnya kita sempatkan mampir dan melihat hiburan rakyat. Satu hal yang saya sesali dari semua pesta ini Cuma SAMPAH!!!apa iya harus?nyampah sembarangan?sungai yg harusnya benar benar bersih saya lihat penuh sampah hari itu,kecewa memang.
Dan belum puas kami beranjak bermaksud pindah spot durian #di pekalongan ada 2 spot yg terkenal dengan durian yaitu kabalong dan doro. Rencana kami lanjutkan ke doro tapi sebelumnya kita sempatkan mampir dan melihat hiburan rakyat. Satu hal yang saya sesali dari semua pesta ini Cuma SAMPAH!!!apa iya harus?nyampah sembarangan?sungai yg harusnya benar benar bersih saya lihat penuh sampah hari itu,kecewa memang.
Sampai di kendaraan kami ( setelah 2,5km lagi ) kami beranjak menuju doro kesabuah kebun durian montong.Kami menemui pengelolanya dan seakan belum habis ketidak jodohan kami dengan duren kami kehabisa durian ini,durian montong..habis :’(. Tak habis akal kami meminta pengelola kebi\un ini untuk mencari dilapak sebelah barang kali ada...lama menunggu dan walahhhh duren duren baru didepan kami,satu hal lagi yang saya pelajari jangan pergi ketempat seperti ini pada waktu sore barang yg kalian dapat adalah nomor kesekian.
Long story
about king of fruit dan tak ada penyesalan yang saya rasakan karna ini
pelajaran dan hal utama ya tentang perjalanan it sendiri bukan tentang
tujuanya.
@tukangliburan
