Tayangan halaman minggu lalu

Minggu, 02 Maret 2014

Ketika sang raja buah punya hajat


Get lost itu perlu tapi bukan tiap saat kita lakukan,prepare adalah sesuatu yang perlu mendapat perhatian khusus.segala perlengkapan,itinary yang mantap dan teman perjalanan.Bukan berarti tidak boleh travelling solo tapi alangkah enaknya punya teman dalam perjalnan.Saya amini karena saya mendapat pengalaman itu kemarin,jadi begini ceritanya *liat keatas gambar mulai buram didampingi backsound burung hantu :D
Berhembus kabar di jagat twitter mulai dari bulan desember tentang hajat akbar si raja buah,meras tertarik saya cek kebenaran kota penyelenggaranya yaitu pekalongan tak hanya melulu soal batik pekalongan juga terkenal akan durianya dan sekarang memang sedang gencar gencarnya mengembangkan pariwisata di sektor ini,wanawisata durian. Sang raja buah yang memang termahsyur di penjuru dunia ini memang meiliki peminat yang tak terhitung jumlahnya sensasi surgawi pada aroma dan rasanya membuat peminatnya berbondong bondong untuk menikmatinya.Meski harga yang tak murah tapi apapun untuk aroma surgawi harga bukanlah masalah menurut saya,satidaknya itu sebanding hehee.Wanawisata ini terletak di sebuah desa bernama kabalong *cmiiw. Bermodal konfirmasi dari pekalongan saya langsung sebarkan info guna menjaring teman perjalanan *biar modal dikit atau malah bisa gratisan :D.Next, tgl 16 februari menjadi hari raya pecinta durian i pekalongan an sekitarnya,tak terhitung jumlah pengunjung yang berbondong-boondong datang keacara ini.Pengunjung yang datang pun tidak main main banyak saya jumpai plat mobil dengan nomer jakarta ,bandung, ada juga yang dari semarang rela datang untuk event ini,memang harga sebuah kecintaan tak dapat kita ukur dalamnya.

Dngan kondisi weekend serta acara yang mengundang banyak sekali peminat (akibat promo besar) tentu saja berakibat pada banyaknya volume kendaraan dan manusia yang sampai ribuan memadati jalan sempit lolong,kemacetan yang harusnya jadi milik jakarta pun ikut datang ke lolong :D.terkendala macet kami memutuskan untuk memarkir kendaraan kami dan berjalan kaki menuju tempat festival. Langkah optimis kami menjadi senjata yang memang ampuh untuk menyusuri jalan aspal sempit diantara kemacetan. Di pertengahan jalan saya bertemu dengan seorang teman mas graha namanya,beliau memang niatnya berangkat bersama saya dan beberapa teman lain ari komunitas fotografi namun ternyata banyak peserta yg mundr yang mengakibatkan saya juga mundur *masalaha budget biasa hahaha dan berpindah rombongan wisata,skip dalam obrolan yang singkat itu saya mendapat masih 2km lagi  menembus  kemacetan untuk dapat menyaksikan festival durian itu.Jelas langkah optimis saya sempat goyah namun kembali terbayang aroma surgawi sang durian dan rasa yang susah di ungkapkan mau tidak mau memaksa saya untuk kembali melangkah *kecintaan itu susah diukur nilainya.
2km pertama terlewati dengan kerigat dan peluh serta gerah pada badan kami,sampai di gerbang(dadakan) acara kami bertanya kepada petugasnya ntuk mencari tahu seberapa juh lagi kami dapat menjumpai durian dan festivalnya “500m” lagi katanya.500METER LAGI.....itu kalimat yang sebegitu meukul perasaan kami,2km ternyata belum cukup untuk menggapai durian.2,5km pertama terampaui dengn nafas yang tinggal setengah dibadan,kami datang ke loket tiket dan jawaban yang tak pernah kami duga sebelumnya,dengan mulut berlipstik merah merekah mbak penjaga loket berkata dengan sedikit mendesah bahwa toket #ehhhh TIKETNYA habis.Mata nanar pendengaran berkurang,kunang kunang,babi,patricks star sponge bob semua berputar putar di atas kepala saya :v perjuangan 2,5km terbayar dengan kalimat toket #ehh tiket habis?.
OKE PLAN B sudah sejauh ini masa tangan kosong?kita geledah kampung ini!harus dapet duren!!!batin saya.kita meyakinkan tekad dan berjalan lagi mengitari desa dan perjuangan belum berakhir.Secercah oase menghampiri kami ketika seorang ibu-ibu penjual duren menawarkan barang daganganya, oase tinggallah oase kami nyaris kena tipu dengan ibu ini kami dipaksa membeli duren yang mentah WTF!!!tipsnya jangan mau untuk tidak mencoba duran yg mau kalian beli wajib di ICIP WAJIB!!!!!!apalagi buat yg kantong cekak :D.
Gagal menjalin silaturahmi dengan ibu tadi saya melihat 2 pemuda yg dengan ramah menyapa kami dengan senyuman *berasa gay deh saya :v hahha.Kami coba datangi dan dengan prinsip  icip dulu kami menemukan surga dunia,,DUREN!!!!!aromaaaaa,,,rasanyaaaaaaa...bener-bener memabukkan,kami sampai membuka 7 biji durian hahaha.

Dan belum puas kami beranjak bermaksud pindah spot durian #di pekalongan ada 2 spot yg terkenal dengan durian yaitu kabalong dan doro. Rencana kami lanjutkan ke doro tapi sebelumnya kita sempatkan mampir dan melihat hiburan rakyat. Satu hal yang saya sesali dari semua pesta ini Cuma SAMPAH!!!apa iya harus?nyampah sembarangan?sungai yg harusnya benar benar bersih saya lihat penuh sampah hari itu,kecewa memang.







Sampai di kendaraan kami ( setelah 2,5km lagi ) kami beranjak menuju doro kesabuah kebun durian montong.Kami menemui pengelolanya dan seakan belum habis ketidak jodohan kami dengan duren kami kehabisa durian ini,durian montong..habis :’(. Tak habis akal kami meminta pengelola kebi\un ini untuk mencari dilapak sebelah barang kali ada...lama menunggu dan walahhhh duren duren baru didepan kami,satu hal lagi yang saya pelajari jangan pergi ketempat seperti ini pada waktu sore barang yg kalian dapat adalah nomor kesekian.






Long story about king of fruit dan tak ada penyesalan yang saya rasakan karna ini pelajaran dan hal utama ya tentang perjalanan it sendiri bukan tentang tujuanya.
@tukangliburan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar