Obyek wisata pegunungan memang selalu menjadi tujun utama bagi mereka
yang ingin mendapat ketenangan atau sekedar menepi dari hirukpikuk
perkotaan. Salah satu destinasi wisata pegunungan yang menjadi pilihan
adalah BROMO. Bromo, siapa yang tidak tahu salah satu gunung yang paling
tersohor di Indonesia ini? bahkan kepopuleranya bisa disejajarkan
dengan pulau sejuta pura,Bali. Berbicara tentang Bromo dan alasan kenapa
begitu tersohornya gunung ini di mata para pelancong tidak bisa
dipungkiri karena pesona alam yang ditawarkan oleh bromo sendiri.
Hamparan padang pasir seolah membawa imajinasi kita ke timur tengah yang
terkenal dengan hamparan lautan pasir yang ganas, namun kemudian
keganasan pasir itu teredam dengan suasana spiritual para peziarah pura
yang ada di samping gunung Batok. Sejurus kemudian ada suasana tentram
dan tenang yang diberikan oleh hamparan savana hijau membentang
diantara pasir dan lembah bromo, seolah membawa imajinasi kita pada
seting sebuah film box office LORD OF THE RINGS yang berlokasi di
NEWZEALAND. Lalu yang terakhir yang merupakan suguhan utama wisata
bromo yaitu sunrise di penanjakan. Banyak wisatawan baik lokal maupun
manca negara datang untuk menikmati fenomena alam yang sangat
menakjubkan ini dari penanjakan bromo. Dari keadaan gelap gulita yang
menghambuskan udara dingin lalu sedikit demi sedikit mejadi terang serta
hangat seiring makin tingginya sang mentari.
Tak hanya sampai disitu warga lokal gunung bromo juga menawarkan hal
yang menarik untuk kita amati. Kebudayaan mereka yang masih menganut
agama nenek moyang mereka yaitu hindu jadi jangan geran bagi anda yang
muslim tidak akan mendengar suara adzan saat kita sedang di areal gunung
Bromo,karena mushola baru akan kita temui di gerbang desa yg letaknya
ada di pemukiman bawah. Hal lain yang menarik adalah ritual yang
mereka lakukan pada bulan festival orang tengger yaitu membuang sesaji
di mulut kawah bromo untuk menolak bala. Orang tengger, begitu suku
mereka disebut tengger sendiri merupakan singkatan dari roro anteng dan
joko seger, penduduk pertama yang mendirikan desa di daerah
Bromo.Masyarakat Bromo hidup dari bercocok tanam sayuran sebagai
pekerjaan utama mereka,selain itu mereka juga menawarkan jasa berupa
persewaan kuda, persewaan kendaraan roda empat (hardtop 4×4) serta
ojeg. Pada kawasan sekitar kawah Bromo kita akan menemukan sebagian
warga tengger yang juga menjual makanan serta minuman, kalau-kalau
wisatawan ada yang butuh minuman hangat atau merasa lapar setelah
melakukan pendakian ke kawah bromo. Namun, anda patut berhati-hati jika
ingin mengabadikan orang tengger pada foto kalian. Karena mereka akan
meminta bayaran atas hak anda memakai muka mereka pada foto itu,untuk
tujuan apapun. Jadi persiapkan kocek anda jika anda ingin mengabadikan
potret mereka atau ambil secara diam-diam jika anda tidak menganggarkan
budget lebih untuk itu.
Gunung bromo sendiri terletak di antara tiga kabupaten yaitu,
Pasuruan,Malang, dan juga Probolinggo. Bromo termasuk dalam taman
nasional Bromo Semeru ( TNSB ) yang meliputi tidak hanya Bromo saja tapi
gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu MAHAMERU.Dan jika kita mau kita
bisa melakukan penjelajahan dua gunung ini sekaligus, yaitu setelah
mendaki mahameru berlanjut ke bromo atau pun sebaliknya. Jangan kuatir
masalah transportasi,hadrtop milik warga lokal siap untuk anda naiki dan
memberi sensasi tersendiri sebagai seorang adventurer sejati.
Letak gunung Bromo yang bisa dibilang strategis (karena terletak pada
tiga kabupaten red-) maka gunung ini jg menawarkan 3 jalur yang memiliki
karakteristik masing-masing. Jalur satu yaitu via malang tumpang. Jalur
ini biasanya dipakai oleh mereka yang memang bertujuan untuk menikmati
bromo secara langsung melainkan sebagai bonus pelangkap. Kenapa bonus
pelengkap?ya karena mereka (traveller) ini lebih cenderung menikmati
pendakian di Mahameru terlebih dahulu baru setelah turun dari Mahameru
barulah mereka menikmati keindahan bromo sekalian menuju arah pulang ke
kota masing masing. Jalur Malang tumpang ini kurang saya rekomendasikan
karena jalur ini memiliki jalan yang kurang bersahabat selain jalanan
dengan aspal dan berbatu juga terlalu dekat dengan jurang.bagi anda yang
mengendarai motor atau mobil pribadi jalur ini kurang saya
rekomendasikan. Kemudian jalur kedua via Pasuruan, jalur ini memiliki
jalan kombinasi antara aspal dan kemudian plester ( semen ) saat
didaerah mendekati puncak bukit. Jalur ini merupakan jalur terdekat jika
kita menggunakan kendara pribadi selain itu juga jalur ini langsung
menuju penanjakan satu dimana kita bisa melihat sunrise dengan
pemandangan gunung Batok, kawah, dan juga Mahameru dalam satu garis
lurus,hal ini yang merupakan sajian panorama alam yang paling utama di
Bromo.Namun anda perlu berhati-hati jika memilih jalur ini,karena
sepanjang jalur pasuruan dikenal jalur yang rawan begal pada malam
hari,jadi jika anda hendak memilih jalur ini ambilah perjalanan siang
hari karena lebih aman bagi keselamatan anda. Jalur ketiga yaitu via
Probolinggo ( jalur utama ) kenapa menjadi jalur utama karena pertama
akses jalan yang sangat baik dibanding 2 kabuoaten yang lain dengan
kondisi aspal yang halus serta luas jalan yang lebar lalu terdapat
banyak homestay dan hotel di sekitar kawasan bromo serta memang ini
jalur resmi dari TNBS dan dikelola langsung oleh pihak pariwisata
setempat.
Berkunjung ke daerah pegunungan berarti tujuan kita adalah mencari
udara yang sejuk serta dingin dimana hal ini tidak akan mungkin kita
dapati di daerah wisata pantai.Namun, perlu diperhatikan juga kapan kita
akan melakukan kunjungan tersebut. Selain masalah jadwal kita juga
harus memperhatikan musim apa saat anda bepergian. Saya sendiri
berkunjung ke Bromo pada saat musim kemarau dimana anda akan disuguhi
sunrise yang indah karena tidak tertutup awan mendung,akan tetapi ketika
mentari sudah semakin tinggi dan anda hendak menikmati lautan pasirnya
anda baiknya membawa masker, karena lautan pasir Bromo saat musim
kemarau menjadi gembur dan seperti kita tahu bahwa letak lautan pasirnya
ada di lembah. Jadi saat ada angin lembah lewat kita akan menghadapi
badai pasir. Memang badai pasir dalam sekala kecil namun itu perlu
menjadi perhatian bagi yang membawa peralatan elektronik karena debu
debu micronya bisa asuk dalam sela sela barang elektronik anda dan
berpotensi merusak. Serta untuk teman yang ingin berkendara menggunakan
motor ke lautan pasir akan sangat terkendala medan pasri yang gembur.
Lalu padang savana eksotis warna hijau tidak akan anda temui karena
semua menguning.
Jika anda tertarik untuk lebih bisa menikmati lautan pasir menggunakan
kendaraan bermotor anda datanglah pada saat musim hujan karena akan
lebih mudah untuk anda melaju diatas pasir yang padat serta savana hijau
siap menanti anda.Namun sunrise di penanjakan akan lebih sulit anda
temui saat musim hujan seperti itu.Jadi,sudah kah anda buat tanda di
kalender anda untuk mengunjungi Bromo yang legendaris ini?Buat segera
itinary anda dan ajak teman teman anda merasakan paket liburan yang
mengesankan ini.Dan perlu di ingat bahwa ini ada di Indonesia kita
#tukang liburan
.jpg)
.jpg)