Tayangan halaman minggu lalu

Sabtu, 11 Januari 2014

BROMO LEGENDA YANG TERUS BERGEMA

Obyek wisata pegunungan memang selalu menjadi tujun utama bagi mereka yang ingin mendapat ketenangan atau sekedar menepi dari hirukpikuk perkotaan. Salah satu destinasi wisata pegunungan yang menjadi pilihan adalah BROMO. Bromo, siapa yang tidak tahu salah satu gunung yang paling tersohor di Indonesia ini? bahkan kepopuleranya bisa disejajarkan dengan pulau sejuta pura,Bali. Berbicara tentang Bromo dan alasan kenapa begitu tersohornya gunung ini di mata para pelancong tidak bisa dipungkiri karena pesona alam yang ditawarkan oleh bromo sendiri. Hamparan padang pasir seolah membawa imajinasi kita ke timur tengah yang terkenal dengan hamparan lautan pasir yang  ganas, namun kemudian keganasan pasir itu teredam dengan suasana spiritual para peziarah pura yang ada di samping gunung Batok. Sejurus kemudian ada suasana tentram dan tenang yang diberikan oleh hamparan savana hijau  membentang diantara pasir dan lembah bromo, seolah membawa imajinasi kita pada seting sebuah film box office LORD OF THE RINGS yang berlokasi di NEWZEALAND. Lalu yang terakhir yang merupakan suguhan utama wisata bromo yaitu sunrise di penanjakan. Banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara datang untuk menikmati fenomena alam yang sangat menakjubkan ini dari penanjakan bromo. Dari keadaan gelap gulita yang menghambuskan udara dingin lalu sedikit demi sedikit mejadi terang serta hangat seiring makin tingginya sang mentari.
 Tak hanya sampai disitu warga lokal gunung bromo juga menawarkan hal yang menarik untuk kita amati. Kebudayaan mereka yang masih menganut agama nenek moyang mereka yaitu hindu jadi jangan geran bagi anda yang muslim tidak akan mendengar suara adzan saat kita sedang di areal gunung Bromo,karena mushola baru akan kita temui di gerbang desa yg letaknya ada di pemukiman bawah. Hal lain yang menarik adalah  ritual yang mereka  lakukan pada bulan festival orang tengger yaitu membuang sesaji di mulut kawah bromo untuk menolak bala. Orang tengger, begitu suku mereka disebut tengger sendiri merupakan singkatan dari roro anteng dan joko seger, penduduk pertama yang mendirikan desa di daerah Bromo.Masyarakat Bromo hidup dari bercocok tanam sayuran sebagai pekerjaan utama mereka,selain itu mereka juga menawarkan jasa berupa persewaan kuda, persewaan  kendaraan roda empat (hardtop 4×4) serta ojeg. Pada kawasan sekitar kawah Bromo kita akan menemukan sebagian warga tengger yang juga menjual makanan serta minuman, kalau-kalau wisatawan ada yang butuh minuman hangat atau merasa lapar setelah melakukan pendakian ke kawah bromo. Namun, anda patut berhati-hati jika ingin mengabadikan orang tengger pada foto kalian. Karena mereka akan meminta bayaran atas hak anda memakai muka mereka pada foto itu,untuk tujuan apapun. Jadi persiapkan kocek anda jika anda ingin mengabadikan potret mereka atau ambil secara diam-diam jika anda tidak menganggarkan budget lebih untuk itu.

 Gunung bromo sendiri terletak di antara tiga kabupaten yaitu, Pasuruan,Malang, dan juga Probolinggo. Bromo termasuk dalam taman nasional Bromo Semeru ( TNSB ) yang meliputi tidak hanya Bromo saja tapi gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu MAHAMERU.Dan jika kita mau kita bisa melakukan penjelajahan dua gunung ini sekaligus, yaitu setelah mendaki mahameru berlanjut ke bromo atau pun sebaliknya. Jangan kuatir masalah transportasi,hadrtop milik warga lokal siap untuk anda naiki dan memberi sensasi tersendiri sebagai seorang adventurer sejati.

Letak gunung Bromo yang bisa dibilang strategis (karena terletak pada tiga kabupaten red-) maka gunung ini jg menawarkan 3 jalur yang memiliki karakteristik masing-masing. Jalur satu yaitu via malang tumpang. Jalur ini biasanya dipakai oleh mereka yang memang bertujuan untuk menikmati bromo secara langsung melainkan sebagai bonus pelangkap. Kenapa bonus pelengkap?ya karena mereka (traveller) ini lebih cenderung menikmati pendakian di Mahameru terlebih dahulu baru setelah turun dari Mahameru barulah mereka menikmati keindahan bromo sekalian menuju arah pulang ke kota masing masing. Jalur Malang tumpang ini kurang saya rekomendasikan karena jalur ini memiliki jalan yang kurang bersahabat selain jalanan dengan aspal dan berbatu juga terlalu dekat dengan jurang.bagi anda yang mengendarai motor atau mobil pribadi jalur ini kurang saya rekomendasikan. Kemudian jalur kedua via Pasuruan, jalur ini memiliki jalan kombinasi antara aspal dan kemudian plester ( semen ) saat didaerah mendekati puncak bukit. Jalur ini merupakan jalur terdekat jika kita menggunakan kendara pribadi selain itu juga jalur ini langsung menuju penanjakan satu dimana kita bisa melihat sunrise dengan pemandangan gunung Batok, kawah, dan juga Mahameru dalam satu garis lurus,hal ini yang merupakan sajian panorama alam yang paling utama di Bromo.Namun anda perlu berhati-hati jika memilih jalur ini,karena sepanjang jalur pasuruan dikenal jalur yang rawan begal pada malam hari,jadi jika anda hendak memilih jalur ini ambilah perjalanan siang hari karena lebih aman bagi keselamatan anda. Jalur ketiga yaitu via Probolinggo ( jalur utama ) kenapa menjadi jalur utama karena pertama akses jalan yang sangat baik dibanding 2 kabuoaten yang lain dengan kondisi aspal yang halus serta luas jalan yang lebar lalu terdapat banyak homestay dan hotel di sekitar kawasan bromo serta memang ini jalur resmi dari TNBS dan dikelola langsung oleh pihak pariwisata setempat. Berkunjung ke daerah pegunungan berarti tujuan kita adalah mencari udara yang sejuk serta dingin dimana hal ini tidak akan mungkin kita dapati di daerah wisata pantai.Namun, perlu diperhatikan juga kapan kita akan melakukan kunjungan tersebut. Selain masalah jadwal kita juga harus memperhatikan musim apa saat anda bepergian. Saya sendiri berkunjung ke Bromo pada saat musim kemarau dimana anda akan disuguhi sunrise yang indah karena tidak tertutup awan mendung,akan tetapi ketika mentari sudah semakin tinggi dan anda hendak menikmati lautan pasirnya anda baiknya membawa masker, karena lautan pasir Bromo saat musim kemarau menjadi gembur dan seperti kita tahu bahwa letak lautan pasirnya ada di lembah. Jadi saat ada angin lembah lewat kita akan menghadapi badai pasir. Memang badai pasir dalam sekala kecil namun itu perlu menjadi perhatian bagi yang membawa peralatan elektronik karena debu debu micronya bisa asuk dalam sela sela barang elektronik anda dan berpotensi merusak. Serta untuk teman yang ingin berkendara menggunakan motor ke lautan pasir akan sangat terkendala medan pasri yang gembur. Lalu padang savana eksotis warna hijau tidak akan anda temui karena semua menguning.
 Jika anda tertarik untuk lebih bisa menikmati lautan pasir menggunakan kendaraan bermotor anda datanglah pada saat musim hujan karena akan lebih mudah untuk anda melaju diatas pasir yang padat serta savana hijau siap menanti anda.Namun  sunrise di penanjakan akan lebih sulit anda temui saat musim hujan seperti itu.Jadi,sudah kah anda buat tanda di kalender anda untuk mengunjungi Bromo yang legendaris ini?Buat segera itinary anda dan ajak teman teman anda merasakan paket liburan yang mengesankan ini.Dan perlu di ingat bahwa ini ada di Indonesia kita
#tukang liburan

2 komentar:

  1. ane pertamax :D

    hehehe
    widih jadi travelling fotografer nih ya skg,, kereeen

    wuiiih sampek juga ke bromo ya om?? gag bakalan nyesel klo udah sampek disana,,, cuma ada kekurangannya om kalo di bromo...

    BalasHapus
  2. makasih dah mau komen dan mampir kaka :) cuma buat rekaman perjalanan dan share ke temen yang lain.monggoh kalau mau menambahkan kaka :)

    BalasHapus