Tayangan halaman minggu lalu

Selasa, 11 Februari 2014

Tentang kenangan dan yang akan terus dikenang “masjid demak” Saksi sejarah yang kokoh



Terik mentari di siang 9 desember kemarin membuat saya harus berfikir untuk sekedar meneduh,bukan hanya dari panas namun dari rasa haus.Saya memang sengaja menunda istirahat saya karena ini pertama kali saya ke kota Demak,dan yang saya tahu demak ya tentang masjid agung demak itu sendiri.Sampai di alun-alun demak saya agak kaget karena ternyata sedang ada renovasi di bagian depan masjid dan arah masuk serta pelataran parkiran.Saya parkirkan jalu di tempat parkir darurat yang dibuat warga selain memudahkan pengunjung mereka juga mengharapkan keuntungan yaitu penghasilan tambahan dari areal parkir tersebut.Masuk di areal depan masjid trdapat beberapa pedagang yang menjajakan barang dagangan dari mulai peci,tasbih,makanan,dll.Hati dan mata saya tertambat pada pedagang pecel yang dengan senyum dan sapa ramahnya berhasil membujuk saya untuk duduk dan memesan 2 porsi nasi pecel dan2 gelas esteh ples 5 gorengan*edited hahaha.Setelah menyelesaikan urusan perut,lanjut ke dalam dan pemandangan yang tidak asing terhampar didepan saya,Rombongan ibu-ibu peminta minta sodakoh sudah berbaris rapi sesuai pos dan senjatanya menyambut saya.Ada yang memakai mangkok,piring,perban perbanan bahkan memakai anaknya untuk alat.Ini merupakan sebuah pemanangan yang tiak enak menurut saya.Bukan soal tidak mau memberi,tapi mereka melakukan ini bukan karena benar benar tidak mampu,dan sudah jelas ada eksploitasi anak disini.Mereka melakukan ini karena ya ini profesi mereka tanpa mau susah payah hanya dengan meminta minta mereka bisa mendapat uang dengan mudah.Tapi menurut saya ini sangat mengganggu karena hampir disetiap tempat wisata yang pernah saya kunjungi pasti ada peminta minta seperti ini.Bayangkan saat anda dan keluarga sedang asik bercengkrama datang orang sehat berbadan tegap dan dengan muka memelas meminta untuk dikasihani dengan dalih belum makan,ketika kita hanya punya 500 rupiah dan dengan ikhlas kita berikan bukan ucapan terimakasih namun umpatan kasar dari pengemis tadi,apa gak gila itu namanya?niat yang seharusnya berbuah kebaikan malah akhirnya mendapat tamparan keras dihati kita?itu alasan paling mendasar dan yang berikutnya adalah ini jelas jelas memupuk rasa malas pada generasi muda kita.Dengan mindset “ngapain susah sekolah,ngemis ajah dapat jutaan” itulah yang sedang ngetrend sekarang dengan maraknya pengemis yang ada dan penghasillan mereka yang melebihi lulusan s1 di Indonesia ini.Back to topik yahhh malah kejauhan ootnya...

Setelah dengan susah payah ( baca baju ditarik-tarik,rambut saya dijambak,kaki di jegal,tas ditarik tarik sampe mau robek,celana mau di pelotorin buat ambil dompet,)  saya melewati barisan peminta minta yang berjejer rapi didepan pelataran tadi saya bergegas menuju tempat wudhu dengan tujuan sholat dhuhur baru kemudian istirahat di selasar masjid sekedar rebahan.Setelah sholat dhuhur selesai saya mengurungkan niat untuk segera ke selasar karena saya terpesona dengan interior masjid agung demak ini.Ada 4 buah pilar utama yang memiliki nama masing-masing, yatu sunan ampel,sunan gunung jati, sunan kalijaga dan yang terakhir sunan bonang. Seperti kita tahu nama-nama beliau ini bukan main main karena beliau beliau ini pemua agama besar yang ikut serta menyebarkan islam dijawa.Belum puas memotret interior dalam masjid saya ditegur seorang bapak *saya luapa namanya -_- padahal sudah kenalan.Bapak ( sebut saja fulan ) ini ternyata slah satu penjaga masjid demak,beliau dengan lembut mengatakan pada saya “sudah cukup mas memotretnya “ sambil menunjuk papan dengan tulisan “dilarang memotret.


 Dengan rasa tidak enak sambil meminta maaf saya pun bergegas keluar masjid.Karena tanggung sudah ilang capeknya setelah dibuai pemandangan interior masjid saya kemudian berkeliling masjid untuk sekedar mengabadikan beberapa objek utama masjid,nampak beberapa orang pun sedang melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan,sama-sama memotret bedanya mereka bisa bergantian narsis dan saya tidak -_- . 
nampak sepasang :D lelaki sedang bergantian narsis

Di bagian masjid nampak menara yang terbuat dari kayu dan besi,menara masjid ini di cat putih dan dipagar besi berkawat,mungkin agar tidak ada pengunjung yang nekat naik karena memang usia menara ini juga sudah tidak mua lagi lalu alasan kenapa tidak dipugar mungkin untuk mempertahankan orisinalitas bangunan ini seperti halnya masjid demak sendiri juga sebagian besar interior masih sangat orisinil dan hanya beberapa bagian yang telah direnovasi.




 Masjid demak juga memiliki museum yang menyimpan barang peninggalan kerajaan demak,sayangnya masjid itu tutup pada saat saya berkunjung kesana -_-.



 Saya lanjutkan tour saya kebagian belakang masjid dimana terdapat makam para aulia disana.Ada yang menarik perhatian saya yaitu makam panjang berjumlah 2 buah,kenapa dinamakan makam panjang?karena memang ukuranya tidak wajar untuk ukuran orang indonesia bahkan ras manusia yang sekarang ini,panjangnya sekiat 3-4 meter kata bapak yang berjaga di bagian makam, “memang beliau ini istimewa ukuran tubuhnya” lanjut bapak fulan2 *saya lupa lagi nama beliau nya -_- .Setelah berbincang tentang sosok yang berda didalam makam pajang ini saya meminta ijin untuk mengambil beberapa foto tentang makam tersebut setelah mendapat ijin tanpa buat waktu lama saya pencet shutter dan viola ini beberapa foto tentang makam panjang yang berhasil saya abadikan.

Saat mengabadikan makam ini saya sempat kaget mendengar rapalan doa yang lumayan keras sempat penasaran dan saya cari sumbernya ternyata ada rombongan peziarah lain yang datang sebelum saya dan sedang khusyuk berdoa didalam pendopo.Mencoba meminta ijin pak fulan2 namun saya tidak diperbolehkan jika dengan tujuan mengambil gambar,akhirnya saya urungkan niat saya untuk masuk lebih dalam namun ada juga rombongan yang didepan pendopo dan saya di perbolehkan untuk mengabadikan nya.



dan memang ternyata saya terlalu lama berada disini.Sadar akan keterlambatan saya,saya buru-buru pamit pada bapak fulan2 dan sekali lagi saya harus melewati medan perang dipelataran masjid *baca tulisan diatas tentang pelataran masjid hehe. Puas mengupas rasa penasaran saya tentang masjid demak yang tersohor karena merupakan kenangan dari masa lalu yang memang masih wajib dikenang sampai anak cucu kita.Dengan keindahan interior serta makam para tokoh perjuangan penyebaran agama islam dijawa saya berpamitan dan semoga bisa kembali berkunjung ntuk mendoakan beliau beliau tai dengan kondisi lingkungan masjid yang sudah nyaman. #tukang liburan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar