Terik mentari
di siang 9 desember kemarin membuat saya harus berfikir untuk sekedar
meneduh,bukan hanya dari panas namun dari rasa haus.Saya memang sengaja menunda
istirahat saya karena ini pertama kali saya ke kota Demak,dan yang saya tahu
demak ya tentang masjid agung demak itu sendiri.Sampai di alun-alun demak saya
agak kaget karena ternyata sedang ada renovasi di bagian depan masjid dan arah
masuk serta pelataran parkiran.Saya parkirkan jalu di tempat parkir darurat
yang dibuat warga selain memudahkan pengunjung mereka juga mengharapkan
keuntungan yaitu penghasilan tambahan dari areal parkir tersebut.Masuk di areal
depan masjid trdapat beberapa pedagang yang menjajakan barang dagangan dari
mulai peci,tasbih,makanan,dll.Hati dan mata saya tertambat pada pedagang pecel
yang dengan senyum dan sapa ramahnya berhasil membujuk saya untuk duduk dan
memesan 2 porsi nasi pecel dan2 gelas esteh ples 5 gorengan*edited
hahaha.Setelah menyelesaikan urusan perut,lanjut ke dalam dan pemandangan yang
tidak asing terhampar didepan saya,Rombongan ibu-ibu peminta minta sodakoh
sudah berbaris rapi sesuai pos dan senjatanya menyambut saya.Ada yang memakai
mangkok,piring,perban perbanan bahkan memakai anaknya untuk alat.Ini merupakan
sebuah pemanangan yang tiak enak menurut saya.Bukan soal tidak mau memberi,tapi
mereka melakukan ini bukan karena benar benar tidak mampu,dan sudah jelas ada
eksploitasi anak disini.Mereka melakukan ini karena ya ini profesi mereka tanpa
mau susah payah hanya dengan meminta minta mereka bisa mendapat uang dengan
mudah.Tapi menurut saya ini sangat mengganggu karena hampir disetiap tempat
wisata yang pernah saya kunjungi pasti ada peminta minta seperti ini.Bayangkan
saat anda dan keluarga sedang asik bercengkrama datang orang sehat berbadan
tegap dan dengan muka memelas meminta untuk dikasihani dengan dalih belum
makan,ketika kita hanya punya 500 rupiah dan dengan ikhlas kita berikan bukan
ucapan terimakasih namun umpatan kasar dari pengemis tadi,apa gak gila itu
namanya?niat yang seharusnya berbuah kebaikan malah akhirnya mendapat tamparan
keras dihati kita?itu alasan paling mendasar dan yang berikutnya adalah ini
jelas jelas memupuk rasa malas pada generasi muda kita.Dengan mindset “ngapain
susah sekolah,ngemis ajah dapat jutaan” itulah yang sedang ngetrend sekarang
dengan maraknya pengemis yang ada dan penghasillan mereka yang melebihi lulusan
s1 di Indonesia ini.Back to topik yahhh malah kejauhan ootnya...
Setelah dengan
susah payah ( baca baju ditarik-tarik,rambut saya dijambak,kaki di jegal,tas
ditarik tarik sampe mau robek,celana mau di pelotorin buat ambil dompet,) saya melewati barisan peminta minta yang
berjejer rapi didepan pelataran tadi saya bergegas menuju tempat wudhu dengan
tujuan sholat dhuhur baru kemudian istirahat di selasar masjid sekedar
rebahan.Setelah sholat dhuhur selesai saya mengurungkan niat untuk segera ke
selasar karena saya terpesona dengan interior masjid agung demak ini.Ada 4 buah
pilar utama yang memiliki nama masing-masing, yatu sunan ampel,sunan gunung
jati, sunan kalijaga dan yang terakhir sunan bonang. Seperti kita tahu
nama-nama beliau ini bukan main main karena beliau beliau ini pemua agama besar
yang ikut serta menyebarkan islam dijawa.Belum puas memotret interior dalam
masjid saya ditegur seorang bapak *saya luapa namanya -_- padahal sudah
kenalan.Bapak ( sebut saja fulan ) ini ternyata slah satu penjaga masjid
demak,beliau dengan lembut mengatakan pada saya “sudah cukup mas memotretnya “
sambil menunjuk papan dengan tulisan “dilarang memotret.
Dengan rasa tidak enak
sambil meminta maaf saya pun bergegas keluar masjid.Karena tanggung sudah ilang
capeknya setelah dibuai pemandangan interior masjid saya kemudian berkeliling
masjid untuk sekedar mengabadikan beberapa objek utama masjid,nampak beberapa
orang pun sedang melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan,sama-sama
memotret bedanya mereka bisa bergantian narsis dan saya tidak -_- .
| nampak sepasang :D lelaki sedang bergantian narsis |
Di bagian
masjid nampak menara yang terbuat dari kayu dan besi,menara masjid ini di cat
putih dan dipagar besi berkawat,mungkin agar tidak ada pengunjung yang nekat
naik karena memang usia menara ini juga sudah tidak mua lagi lalu alasan kenapa
tidak dipugar mungkin untuk mempertahankan orisinalitas bangunan ini seperti
halnya masjid demak sendiri juga sebagian besar interior masih sangat orisinil
dan hanya beberapa bagian yang telah direnovasi.
Masjid demak juga memiliki
museum yang menyimpan barang peninggalan kerajaan demak,sayangnya masjid itu
tutup pada saat saya berkunjung kesana -_-.
Saya lanjutkan tour saya kebagian
belakang masjid dimana terdapat makam para aulia disana.Ada yang menarik
perhatian saya yaitu makam panjang berjumlah 2 buah,kenapa dinamakan makam
panjang?karena memang ukuranya tidak wajar untuk ukuran orang indonesia bahkan
ras manusia yang sekarang ini,panjangnya sekiat 3-4 meter kata bapak yang
berjaga di bagian makam, “memang beliau ini istimewa ukuran tubuhnya” lanjut
bapak fulan2 *saya lupa lagi nama beliau nya -_- .Setelah berbincang tentang
sosok yang berda didalam makam pajang ini saya meminta ijin untuk mengambil
beberapa foto tentang makam tersebut setelah mendapat ijin tanpa buat waktu
lama saya pencet shutter dan viola ini beberapa foto tentang makam panjang yang
berhasil saya abadikan.
Saat mengabadikan makam ini saya sempat kaget mendengar rapalan doa yang lumayan keras sempat penasaran dan saya cari sumbernya ternyata ada rombongan peziarah lain yang datang sebelum saya dan sedang khusyuk berdoa didalam pendopo.Mencoba meminta ijin pak fulan2 namun saya tidak diperbolehkan jika dengan tujuan mengambil gambar,akhirnya saya urungkan niat saya untuk masuk lebih dalam namun ada juga rombongan yang didepan pendopo dan saya di perbolehkan untuk mengabadikan nya.
dan memang ternyata saya terlalu lama berada disini.Sadar akan keterlambatan saya,saya buru-buru pamit pada bapak fulan2 dan sekali lagi saya harus melewati medan perang dipelataran masjid *baca tulisan diatas tentang pelataran masjid hehe. Puas mengupas rasa penasaran saya tentang masjid demak yang tersohor karena merupakan kenangan dari masa lalu yang memang masih wajib dikenang sampai anak cucu kita.Dengan keindahan interior serta makam para tokoh perjuangan penyebaran agama islam dijawa saya berpamitan dan semoga bisa kembali berkunjung ntuk mendoakan beliau beliau tai dengan kondisi lingkungan masjid yang sudah nyaman. #tukang liburan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar