Tayangan halaman minggu lalu

Selasa, 28 Januari 2014

(sudah) malam,(waktunya) KOPI,dan OBROLAN GAK JELAS

Yang namanya malam susah sekali untuk dipisahkan dari kata KOPI,seperti kalian mencoba memisahkan antara malam dan gelap,bisa sihhh tapi kalian bakalan butuh jutaan watt lampu buat bikin malam jadi seterik saat siang hari.MUNGKIN?ya tentu mungkin tapi apa asik?setelah kita se "siangan" di gembleng sama sang surya apa kita mau ketemu seharian 24 jam dengan panas?gak kan?jadi menurut saya malam tuh waktunya buat santai relaks dan enjoy waktu kalian dengan some one some two some three some four some five dll. Entah temen atau keluarga itu pilihan kalian.Back to main topik antara malam dan kopi,entah kapan saya diajak mbak mbak temen saya *gakbisadimentionkarenasomething sebut sajah mawar.Jadi doi ( mbak mawar ) ngajak saya dan temen saya lagi sebut sajah mas arul buat ngopi dikarenakan mbak mawar lagi dilanda bete yang maha dahsyat *katanya..so fine kita bertiga (rencana ber 11an) tapi pada lagi gak tahu kemana jadi cuss bertiga kita pergi ketempat kopi tengah kota yang memang menyajikan kopi bukan bubuk sachet perasa kopi *catet,di kota saya (Pemalang red-) cuma ada 2 buah tempat ngopi yang menyajikan kopi ( bukan bubuk perasa kopi ), yang pertama BANG coffe letaknya yg strategis karena ditengah kota dan harganya yang "murah" dengan sajian "kopi" membuat banyak orang lebih memilih untuk datang dan menikmati malam di tempat ini meskipun dengan kondisi warung yang seadanya (cuma trotoar,meja dan tikar). Tempat kedua yaitu Legita,kedai kopi bernuansa cafe dengan tempat yg nyaman dan interior yg agak retro membuat kita bakalan betah banget berlama-lama disini. Yang jadi kendala yaitu jarak yg jauh dari tengah kota dan kita harus berjibaku dengan kerasnya medan pertempuran pantura membuat banyak orang memilih mundur untuk mengunjungi tempat ini. But,they have the best taste of coffe in town. Malam semakin larut,kami ( saya,mbak mawar, dan mas arul ) sudah duduk di salah satu meja  (bukan diatas meja ) bang coffe. saya menjatuhkan pilihan pada vanilla latte
malam ini,mas arul cafe mocha dan mbak mawar memilih buat "green tea" wich mean bukan kopi *dari nama juga udah ketauan itu teh hehehe. Skip skip kami berbincang mendengarkan cerita absurd dari mbak mawar tentang kegalauanya sebagai photographer minimalism dan tentang kejombloannya yang entah kapan akan berujung (piss mbak :p ). Sampai pada suatu titik doi ( mbak mawar *red ) yang nota bene lagi terbawa suasana perbincangan absurd dan candaan yang gak jelas juga itu apa doi muntah gan.dengan greentea yang masih anget-anget ijo keluar mak pyok dari mulut. Dan itu vulgar bgt buat seorang jomblo,bayangin ajah gimana ilfilnya ketika kita lagi ngopi dan intim banget sama malam trus liat cairan ijo kental?so damn!!hal ini berhasil membuat saya trauma sampa sekarang. Trauma sama cairan ijo apapun itu,mungkin sampai ntar saya mati juga bakalan masih trauma sama greentea jahanam itu.Well thats how i pass the night with some two ( jomblo ) of my friends. membicarakan malam yang pekat dan kopi yang manis pahit :) #tukang liburan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar