Tayangan halaman minggu lalu

Kamis, 16 Januari 2014

Buah tangan dari pesisir

Sejuk udara pagi,deburan ombak dan mentari yang masih malu malu menyambut pagi saya di perbatasan laut dengan sungai. Niatnya saya akan mengambil beberapa frame tentang sang raja siang pagi itu. Lama menunggu ternyata memang sang mentari yang tadinya malu-malu lebih memilih menyelinap dan bersembunyi dibalik mendung. Kecewa memang mau bagaimana lagi?kita berhadapan dengan alam yang hanya mampu diendalikan sang MAHA SEGALANYA. Ditengah rasa kecewa dan bingung harus bagaimana,saya dikagetka dengan suara bising mesin yang memecah keheningan pagi itu.Ternyata itu para nelayan dan hasil "buruanya" baru pulang. Muncul rasa penasaran dan ide untuk mengobati kecewa saya dengan mengamati aktifitas mereka selepas "berburu" di tengah laut lepas. Saya buntuti mereka dengan menelusuri tepian sungai,beberapa saat kemudian nampak keramaian di depan mata saya. Perahu yang saya ikuti kemudian menepi,tanpa buang waktu lagi langsung saya hampiri. Mereka nampak sibuk karena harus membongkar muatan perahu mereka, nampak beberapa keranjang penuh ikan di lambung perahu coba mereka turunkan. Dengan meminta ijin sang nahkoda atau juru kemudi saya merangsek naik perahu bermaksud untuk ikut mengabadikan proses ini.
"Masih sangat segar" itu yang terpikir di benak saya saat melihat bongkar muat ini.Berbeda dengan ikan ikan di lemari pendingin beberapa pusat perbelanjaan.Puas melihat proses bongkar muat sayup sayup terdengar suara yg khas dengan intonasi yang cepat,seperti seorang "rapper" *lol. Sambil mengikuti gerobak yg berisi muatan ikan ikan segar ini saya masuk ke tempat utama di pelelangan ikan ini.

Setelah masuk pasar ikan saya melayangkan pandangan ke segala penjuru mencari sosok "rapper" itu. setelah mencari beberapa saat sebelumnya saya abadikan dulu suasana pasar ikan tersebut 
Nah...itu beliau,sang "rapper" duduk di singgasananya yang sederhana dengan bahan kayu dan bercat biru. Berharap ingin lebih mengerti tentang apa yang beliau ucapkan saya mencoba mendekat lagi.Di sekitar saya nampak ikan ikan segar yang baru diturunkan dari perahu sedang di timbang dan diberi label sesuai dengan berat dan jenisnya.


Semakin saya dekat dengan bapak rapper ini saya bertemu beberapa orang yang nampak sibuk dengan buku catatan kecil dan nampak mulut mereka bergumam tanpa suara tapi mata mereka melihat ke segala penjuru seolah olah sedang mencari sesuatu mungkin angka-angka yang sedang mereka gunakan berteberan di penjuru mata mereka memandang.Ada yang mengangkat tangan,ada yang hanya diam dan mendengarkansambil menunggu saat yang tepat untuk mengangkat tangan tanda mereka "ikut" dalam lelang.





Puas dengan jawaban dan sekaligus terobatinya rasa kecewa yang saya dapatkan awal pagi tadi. Saya pun melangkah keluar karena mata saya tertarik dengan pedagang ikan eceran yang ada dipelataran pasar ikan.Nampak beberapa penjual sedang dikerubuti oleh pedagang.Saya mendekat dan sekedar menguping apa yang mereka bicarakan,terjadi tawar menawar ternyata,dengan beberapa drama kecil tentang harga pokok yang naik serta pembeli yang tidak mau mengalah akhirnya tercapai harga yang menurut mereka "pas" dan terjadilah "jual beli".



Sensasi tersendiri yang tak akan kita temui di pasar swalayan dan pusat perbelanjaan elit yaitu "drama" tawar menawar dengan harga yang akan jauh berbeda dengan pasar swalayan. Selain merasakan "drama" tadi kita juga mendapat kualitas ikan yang bagus karena semuanya masih segar.HOW COOL is that?hehehe.selain pedagang yang di kerubuti pelanggan nampak beberapa pelanggan juga menyerbu perahu yang baru menepi. Saya tanya ternyata mereka "mencuri" kesempatan agar ikan yang mereka dapat lebih murah daripada pedagang eceran tersebut.






Damn its a good trick saya bergumam.bayangkan harga di pedagang sekitaran pasar saja sudah murah apa lagi dari perahunya langsung yang memng terbukti lebih murah.Pikiran saya tertuju pada pedagang seafood yang ada di sepanjang jalanan kota dan saya mulai mencoba mereka-reka "berapa sih untung mereka". Buah tangan dari pesisir itu yang saya dapatkan pagi itu.selain pengetahuan juga ini merupakan bukti bahwa travelling bukan melulu tentang seberapa jauh jarak yang ditempuh namun pengatahuan yang kita dapatkan dari perjalanan kita.Mulailah berjalan lihat sekitar rumahmu cari sesuatu yang menarik,datangi dan pelajari lebih dekat lagi,kamu akan kaget dengan apa yang akan kamu dapatkan.Hal yang kecil belum tentu tidak menarik untuk diketahui.Mari LIBURAN

Dimas Widi @TUKANGLIBURAN



2 komentar:

  1. Jalan2 ke tempat gini emang lebih nyeni daripada jalan ke pasar modern..

    BalasHapus
  2. Ga dapat foto landscape, eh malah dapat foto human interest ya.. :)

    BalasHapus